Kronologi Hilangnya Mozza, Gadis Ditemukan Tinggal Kerangka di Lereng Tol, Pergi dari Rumah 2025
Rusaidah September 06, 2026 05:42 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Kerangka yang ditemukan di kawasan lereng Tol Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jumat (4/9/2026), ternyata adalah serang gadis bernama Mozza Axillia Gunarsa.

Keluarga menduga kuat kerangka tersebut adalah Mozza berdasarkan ciri gigi dan jepit rambut.

Mozza Axillia Gunarsa menjadi korban pembunuhan satu tahun lalu.

Sebelumnya, Mozza dilaporkan hilang oleh pihak keluarga usai pamit mengembalikan laptop.

Laporan kehilangan tersebut kemudian ditindaklanjuti polisi dengan serangkaian penyelidikan.

Lebih dari satu tahun kemudian, penyidik mengamankan Mahendra Very Dwi Anggara (22) yang diduga mengetahui keberadaan korban sebelum akhirnya kasus tersebut mengarah pada dugaan pembunuhan.

Baca juga: Cara Cek Desil DTSEN Pakai NIK KTP dan Cara Ubah Data Desil hanya Lewat HP Tanpa Perlu ke Kelurahan

Kronologi Hilangnya Mozza

Pagi 25 Juni 2025 menjadi kali terakhir keluarga melihat Mozza. Sekitar pukul 09.00 WIB, ia berpamitan dari rumah di Bergas untuk mengembalikan laptop.

Setelah itu, Mozza menemui Mahendra Very Dwi Anggara (22) di sebuah rumah kos di kawasan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Srinitri, menyebut dugaan pembunuhan terjadi pada hari yang sama.

“Korban berpamitan ke orangtuanya tanggal 25 pukul 09.00. Selanjutnya korban menemui pelaku, dan pada tanggal itu juga korban dihilangkan nyawanya oleh tersangka,” ujarnya kepada Tribun Jateng.

Perkembangan kasus mulai terlihat setelah orangtua Mozza menyerahkan perangkat elektronik kepada penyidik Satreskrim Polres Semarang.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, menyampaikan bahwa penyidik menemukan komunikasi yang berkaitan dengan sebuah kos di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.

Penyelidikan selanjutnya mengarah kepada seorang terduga pelaku yang berdomisili di Kabupaten Blora.

Polisi melakukan penyelidikan selama dua hari, yakni Rabu-Kamis (2-3/9/2026). Dari penyelidikan di Blora, polisi mengamankan MDVS (22), yang merupakan teman dekat Mozza, pada Kamis (3/9/2026). 

PELUK ADIK - (kanan-kiri) Ayah Mozza, Singgih memeluk sang adik Mozza saat mengenang anak sulungnya, Rabu (8/7/2026). Pamflet hilangnya Mozza yanh diterbitkan Polres Semarang yang diunggah di media sosial.
PELUK ADIK - (kanan-kiri) Ayah Mozza, Singgih memeluk sang adik Mozza saat mengenang anak sulungnya, Rabu (8/7/2026). Pamflet hilangnya Mozza yanh diterbitkan Polres Semarang yang diunggah di media sosial. (Istimewa/Tribun Jateng/Eka Yulianti Fajlin)

Dalam pemeriksaan awal, MDVS mengakui telah melakukan pembunuhan. Polisi masih mendalami pengakuan tersebut.

"Interogasi awal, dia mengakui melakukan pembunuhan, tapi sekarang masih dilakukan pendalaman," jelas Bodia dikutip dari Kompas.com, Jumat.

Sementara itu, publik menyoroti akun media sosial diduga milik pembunuh Mozza, MDVS.

Dalam akun TikTok bernama vvyya35, terduga pelaku pembunuhan cukup aktif membuat postingan. Bahkan MDVS masih membuat konten unggahan pada akhir Agustus 2026.

Netizen menyoroti tiap postingan di akun terduga pembunuh tersebut. Terutama di tahun 2025 atau setelah MDVS diduga membunuh Mozza.

Pada bulan Agustus 2025, MDVS sempat mengunggah momen liburan ke beberapa tempat diduga Yogyakarta dan Bali.

Momen MDVS healing itu diduga dua bulan setelah ia menghabisi nyawa Mozza.

Publik lantas menduga MDVS bisa jalan-jalan sampai ke Bali usai menjual harta benda Mozza. Sebab selama ini MDVS terlihat tidak pernah mengunggah soal pekerjaannya tap bisa pergi ke Bali.

Terlihat masih aktif di medsos hingga akhir Agustus 2026, MDVS akhirnya ditangkap polisi.

Pembunuh Mozza diamankan polisi saat sedang menonton pertandingan voli di Desa Banjarejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Pesan Terakhir Mozza Sebelum Hilang 

Sebelum hilang selama setahun dan ditemukan tinggal kerangka di tepi Tol Jangli Semarang, Mozza Axillia Gunarsa (19) sempat mengirim pesan kepada ayahnya.

Ayah Mozza, Singgih Ditya Gunarsa, mengatakan bahwa putri sulungnya meninggalkan rumah pada Rabu (25/6/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelum pergi, Mozza mengirim pesan kepada ayahnya melalui WhatsApp dan berpamitan untuk mengantar laptop.

"Saat itu dia mengirim pesan melalui WhatsApp, pamitan mau mengantar laptop," ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Kamis (9/7/2026).

Namun, Mozza ternyata pergi sendiri dan tidak membawa laptop.

Kondisi itu membuat Singgih merasa heran karena putrinya biasanya selalu memberi kabar ketika keluar rumah.

Saat meninggalkan rumah, Mozza menggunakan Honda Vario 125 H 5344 ALC berwarna hitam, namun tidak membawa STNK.

Mozza saat itu mengenakan baju putih lengan panjang dan sandal Reebok warna cokelat. Ia memiliki tahi lalat di pipi kanan serta tanda lahir berupa bintik cokelat di pelipis kanan.

Hingga sore hari, Mozza belum juga pulang. Singgih kemudian mengetahui ponsel putrinya masih aktif ketika waktu magrib.

"Magrib itu ponselnya masih aktif, namun setelah itu sudah tidak bisa dihubungi," jelas Singgih.

Baca juga: Sosok Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Sindir Jenderal Punya Hutan di Papua: Kita Cuma Numpang

Hingga sekitar satu tahun setelah kehilangan Mozza, warga menemukan kerangka manusia di lahan kosong dekat jalan tol kawasan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pada Jumat (4/9/2026) siang.

Kerangka yang ditemukan diduga berjenis kelamin perempuan. 

Polisi memperkirakan korban telah meninggal dan terkubur di lokasi sekitar satu tahun.

Cekcok dengan Pelaku

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, membenarkan pengungkapan kasus tersebut setelah jajaran Satreskrim melakukan penyelidikan panjang atas laporan orang hilang.

"Jadi, kami Satreskrim Polres Semarang itu melaksanakan penyelidikan selama setahun terhadap laporan orang hilang," kata AKP Bodia, Jumat (4/9/2026).

Kasus ini kemudian berkembang setelah polisi memperoleh keterangan dari terduga pelaku.

MDVS disebut mengaku sempat terlibat cekcok dengan Mozza di sebuah rumah kos yang berada di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.

Cekcok tersebut diduga berujung pada tindakan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Setelah itu, jasad korban disebut dibuang ke kawasan lereng di sekitar Tol Jangli, Kota Semarang.

Berbekal keterangan tersebut, polisi melakukan pencarian di lokasi yang dimaksud.

Pada Jumat (4/9/2026), petugas menemukan kerangka manusia di kawasan lereng yang dipenuhi semak-semak. 

Proses evakuasi berlangsung tidak mudah. Petugas harus menuruni medan berupa lereng terjal dengan vegetasi yang cukup tinggi untuk mengangkat kerangka tersebut.

"Evakuasi itu kami mendapati satu kerangka utuh, masih utuh dari kepala sampai kaki dengan beberapa kain, mungkin bisa dibilang baju, maupun ada jepit rambut," kata AKP Bodia.

Kerangka tersebut kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk menjalani pemeriksaan forensik dan autopsi.

Kapolsek Tembalang, Kompol Kristiyastuti Handayani, mengatakan petugas langsung mengamankan dan mensterilkan lokasi setelah menerima laporan warga.

“Iya ditemukan hari ini di dekat Tol Jangli,” ujar Kristiyastuti kepada Kompas.com, Jumat (4/9/2026).

Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah tidak utuh dan hanya menyisakan kerangka. Polisi memperkirakan korban telah meninggal dan terkubur di lokasi sekitar satu tahun.

Karena lokasi pembuangan jasad sulit dijangkau dan tidak banyak dilalui orang, polisi meminta bantuan tim SAR untuk melakukan evakuasi. 

Jenazah Mozza Disambut Isak Tangis

Kedatangan jenazah Mozza Axillia Gunarsa disambut isak tangis keluarga, sanak saudara, serta sejumlah pelayat di kediamannya, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jumat (4/9/2026) malam sekira pukul 22.27. 

Para pelayat telah menunggu dan menyambut kedatangan jenazah dari gang masuk menuju rumah Mozza.

Saat peti jenazah dikeluarkan dari mobil ambulans, sejumlah pelayat tampak mulai meneteskan air mata.

REMAJA HILANG -- Mozza Axillia Gunarsa, gadis remaja asal Semarang yang kisah hidupnya berakhir tragis. Hilang sejak Juni 2025, ia ditemukan setahun kemudian dalam kondisi tinggal kerangka di Tol Jangli, Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (4/9/2026).  (Tribun Medan/Ilustrasi Buatan AI)

Ibunda Mozza terlihat turun dari ambulans, disusul sang adik yang tak kuasa menahan tangis. Sementara itu, ayah Mozza turut mengantarkan dan membawa peti jenazah menuju rumah duka.

Tangis keluarga dan pelayat pecah saat peti jenazah dibawa masuk ke dalam rumah. Mereka saling memeluk dan menguatkan satu sama lain. 

"Kakak," ucap seorang pelayat saat peti jenazah dibawa masuk ke dalam rumah.

Para pelayat yang berada di lokasi juga tampak terpukul atas kepergian Mozza.

Mereka bahkan sempat berbisik-bisik peristiwa yang dialami Mozza begitu kejam dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun orang-orang yang mengenalnya.

"Kejam banget," ujar seorang pelayat. 

Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menyebut pelau Mahendra dijerat Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak dan/atau Pasal 458 ayat 1 KUHP 2023 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

(Bangkapos.com/Kompas.com/TribunJateng.com/Surya.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.