SURYA.co.id, Surabaya — Kanker serviks atau kanker leher rahim masih menjadi salah satu penyakit kanker yang banyak menyerang perempuan di Indonesia. Di tengah tingginya kasus tersebut, vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dinilai sebagai langkah pencegahan efektif.
Hal ini disampaikan oleh dr. Henky Mohammad Masteryanto, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Manyar Medical Centre Surabaya, Jl. Raya Manyar No. 9, Surabaya, dalam kegiatan vaksinasi HPV, Sabtu (5/9/2026).
Menurut dr. Henky, kanker serviks merupakan kasus kanker kedua terbesar setelah kanker payudara. Namun, kanker serviks memiliki langkah pencegahan yang jelas melalui vaksinasi dan deteksi dini.
“Salah satunya dengan pemberian vaksinasi HPV. Sejak infeksi HPV hingga berkembang menjadi kanker membutuhkan waktu cukup panjang, yakni sekitar 10 hingga 15 tahun,” ungkapnya.
Vaksinasi HPV disebut mampu mencegah agar infeksi tidak berkembang menjadi lesi prakanker hingga kanker. Pada perempuan yang belum pernah berhubungan seksual, vaksinasi dapat memberikan perlindungan hingga 95–98 persen. Sedangkan pada perempuan yang sudah pernah berhubungan seksual, proteksi tetap ada meski efektivitasnya lebih rendah.
Baca juga: Sadar Soal Kesehatan Perempuan, Surabaya Jadi Percontohan Skrining Kanker Serviks Mandiri
Pemerintah menargetkan anak perempuan usia 9–15 tahun mendapatkan vaksinasi HPV secara gratis, salah satunya diberikan kepada siswi kelas 5 SD. Program ini menjadi bagian dari target eliminasi kanker serviks pada 2030.
Selain vaksinasi, deteksi dini melalui pemeriksaan HPV DNA dan Pap smear menjadi langkah penting.
“Kalau pada saat pemeriksaan Pap smear terjadi kelainan atau ditemukan risiko prakanker dan diberikan terapi lebih awal, kesembuhannya juga akan semakin bagus, bisa sampai 90 hingga 100 persen,” jelas dr. Henky.
Perubahan sel serviks dapat berkembang bertahap, dari normal menjadi lesi prakanker hingga kanker. Jika kelainan ditemukan lebih awal, peluang kesembuhan sangat tinggi. Pemeriksaan HPV DNA dilakukan pada perempuan usia 26–65 tahun untuk mengetahui risiko infeksi HPV berisiko tinggi.
RS Manyar Medical Centre Surabaya bekerja sama dengan klinik untuk memberikan akses vaksinasi bagi kelompok usia di atas 15 tahun yang belum tercover program pemerintah.
“Baru tahun ini kami adakan vaksinasi, ini sudah dilakukan dua sesi. Sebelumnya jumlah peserta 200 orang. Ini yang kedua dengan jumlah yang masih sama,” sebut dr. Henky.
Anak usia di bawah 15 tahun umumnya mendapatkan dua dosis vaksin dengan interval sesuai jadwal. Sementara mereka yang berusia 15 tahun ke atas mendapatkan tiga dosis dalam satu rangkaian vaksinasi. Pemberian vaksin lengkap diharapkan memberikan perlindungan jangka panjang terhadap infeksi HPV.
Selain perempuan, laki-laki juga dapat terinfeksi HPV. Infeksi ini dapat menimbulkan kutil kelamin, kanker anus, hingga kanker usus besar.
“Apalagi lifestyle sekarang berubah dan risikonya bisa tinggi,” tutup dr. Henky.