Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 9 Bandara Terpaksa Ditutup, Ratusan Penerbangan Terdampak
Naufal Fauzy September 07, 2026 12:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Penutupan bandara imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah mencapai sembilan bandara.

Penutupan ini diperkirakan telah berdampak kepada ratusan jadwal penerbangan.

Diketahui, abu vulkanik kini menyebar ke Pulau Jawa dan turut dirasakan warga DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Terpantau, di Kota Bogor abu vulkanik ini terlihat jelas dari banyaknya debu di rumah-rumah warga hingga jalanan umum.

Debu vulkanik di jalanan umum bahkan kembali beterbangan di udara setelah terlindas kendaraan.

Kondisi ini membuat jalanan diselimuti debu berterbangan hingga membuat mata perih.

Penerbangan pun ikut terdampak karena kondisi ini.

Dikutip dari Kompas.com, berikut daftar bandara yang ditutup sementara akibat abu vulkanik ini:

  1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang, Banten
  2. Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Jakarta
  3. Bandara Radin Inten II (TKG), Lampung 
  4. Bandara Budiarto (RTO), Curug, Tangerang, Banten
  5. Bandara Pondok Cabe (PCB), Tangerang Selatan, Banten
  6. Bandara Husein Sastranegara (BDO), Bandung, Jawa Barat
  7. Bandara Taufik Kiemas (TFY), Pesisir Barat, Lampung
  8. Bandara Atung Bungsu (PXA), Pagar Alam, Sumatera Selatan
  9. Bandara Wunopito Lembata (LWE), Lembata, Nusa Tenggara Timur  

Penutupan bandara dilakukan sebagai langkah keselamatan karena keberadaan abu vulkanik di ruang udara dapat membahayakan penerbangan.

Namun jadwal penutupan ini juga berubah-ubah sambil melihat kondisi ruang udara.

Bandara Soekarno-Hatta, misalnya, beberapa kali memperpanjang waktu penutupannya setelah hasil paper test menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara. 

Halim Perdanakusuma dan Radin Inten II juga memperpanjang penutupan operasional, sementara Bandara Pondok Cabe mulai ditutup sementara. 

Otoritas penerbangan akan membuka kembali operasional setelah kondisi ruang udara dan area bandara dinyatakan aman.

Ratusan penerbangan terdampak 

Dampak abu vulkanik Anak Krakatau tidak hanya dirasakan di bandara yang ditutup, tetapi juga menimbulkan efek berantai terhadap jadwal penerbangan. 

Ditjen Perhubungan Udara mencatat 373 penerbangan terdampak berdasarkan pemantauan pada Minggu (6/9/2026) pukul 10.35 WIB. 

Penutupan operasional di Bandara Soekarno-Hatta saja telah berdampak terhadap 209 pergerakan penerbangan dan 22.798 penumpang dalam periode penutupan tertentu.

Kondisi ini kemudian menimbulkan efek berantai terhadap rotasi pesawat, jadwal penerbangan berikutnya, serta kapasitas terminal.

Kementerian Perhubungan menyatakan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas. 

Penyesuaian operasional dilakukan secara dinamis berdasarkan kondisi sebaran abu vulkanik dan hasil pemantauan di lapangan.

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.