Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Gema shalawat Nabi Muhammad SAW menyemarakkan rangkaian Kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, di Gampong Buket Dalam, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Minggu (6/9/2026).
Peringatan Maulid Akbar tersebut dipusatkan di meunasah gampong dan dihadiri ratusan warga.
Lantunan zikir dan shalawat terdengar menggema dari halaman hingga ke lingkungan sekitar meunasah, menciptakan suasana religius dan penuh kebersamaan.
Shalawat dalam kegiatan tersebut dibawakan secara bergantian oleh dua kelompok dari balai pengajian yang berada di Gampong Buket Dalam.
Para santri dari kedua balai pengajian tampil di panggung yang disediakan panitia di halaman meunasah.
Ketua Panitia Maulid Akbar Gampong Buket Dalam, Tgk Muhammad mengatakan, para pengisi shalawat pada peringatan Maulid tahun ini merupakan anak-anak dari Balai Pengajian Israfi Darussa'adah dan Balai Pengajian Babut Taqwa.
“Anak-anak dari kedua balai pengajian mengisi selawat secara bergantian di panggung yang berada di halaman meunasah,” urai dia.
Baca juga: Maulid Nabi dan Hari Jadi Polwan ke-78, Polres Pidie Tekankan Keteladanan dan Pengabdian
“Sementara shalawat juga dibawakan oleh warga kami di dalam meunasah,” ujar Tgk Muhammad.
Menurutnya, keterlibatan para santri dalam pelaksanaan Maulid menjadi bagian penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda kepada Rasulullah SAW.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempertahankan tradisi keagamaan yang telah berkembang dan diwariskan di tengah masyarakat.
Keuchik Gampong Buket Dalam, Rahmad Hidayat, SPd mengaku, bersyukur karena pelaksanaan Maulid Akbar 1448 Hijriah, berjalan lancar dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
“Alhamdulillah, Maulid berjalan lancar. Shalawat bergema di Gampong Buket Dalam. Masyarakat juga sangat antusias membawa berbagai hidangan ke meunasah,” kata Rahmad Hidayat.
Semangat kebersamaan juga terlihat dari beragam hidangan yang dibawa warga untuk disajikan kepada para tamu dan jamaah.
Menu yang tersedia antara lain nasi, daging kambing, daging lembu, ayam, bebek, telur asin, dan berbagai hidangan lainnya.
Tradisi membawa makanan ke meunasah tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian kenduri Maulid, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong masyarakat.
Warga bersama-sama menyiapkan makanan dan menjamu para tamu yang hadir dalam peringatan tersebut.
Rahmad Hidayat berharap kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi Muhammad SAW dapat terus dilaksanakan dan menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan silaturahmi antarmasyarakat.
Ia juga berharap keterlibatan anak-anak dan generasi muda dalam kegiatan tersebut terus dipertahankan.
Dengan demikian, kecintaan kepada Rasulullah SAW serta nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad dapat terus ditanamkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Selain menjadi kegiatan keagamaan, peringatan Maulid di Gampong Buket Dalam juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, saling berbagi, dan memperkuat hubungan sosial antarsesama warga.(*)