Kemarau Panjang Mulai Berdampak di Sulut, Sejumlah Sumber Air PDAM Tomohon Menyusut
Indry Panigoro September 07, 2026 03:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Kemarau panjang dan fenomena El Nino mulai terasa dampaknya di Sulawesi Utara (Sulut).

Di Kota Tomohon, sejumlah sumber air yang menjadi penopang pelayanan PDAM mengalami penurunan debit.

Tomohon berjarak sekitar 24 kilometer dari Kota Manado Ibu Kota Provinsi Sulut yang dapat ditempuh sekitar 45 menit hingga 1 jam melalui jalur darat.

Akses darat menuju Kota Tomohon dapat ditempuh melalui Jalan Manado-Tomohon, via jalur Tinoor, yang menghubungkan langsung kedua wilayah tersebut.

Jalur ini menjadi salah satu akses utama masyarakat yang bepergian dari Manado menuju Tomohon maupun sebaliknya.

Di tengah kondisi kemarau yang mulai berdampak pada ketersediaan air, sejumlah sumber yang menopang pelayanan PDAM Tomohon pun mulai mengalami penurunan debit.

Namun, tingkat penurunannya berbeda di setiap sumber.

Debit air tercatat menyusut mulai dari 30 hingga 60 persen, bahkan ada sumber yang sudah tidak lagi mengeluarkan air.

Ketua Badan Pengawas PDAM Kota Tomohon, Jani Mamengko, mengatakan kondisi tersebut mulai terjadi pada sejumlah sumber yang masuk dalam sistem pelayanan PDAM.

"Penurunan debit air mulai terjadi di beberapa sumber yang menjadi bagian dari sistem pelayanan PDAM," kata Jani saat dihubungi melalui WhatsApp, Minggu (6/9/2026) malam.

Di Tomohon Utara, sumber Sasala 1 dan 2, Pinawelaan serta Raouwe mengalami penurunan debit sekitar 40 persen.

Penurunan yang lebih besar terjadi pada Patar, Regesan, Mahlimbukar 1 dan 2 serta Kalimpezan.

Debit pada sumber-sumber tersebut turun hingga 50 persen.

Sementara Makalisung di Tomohon Barat mengalami penurunan sekitar 30 persen.

Di Tomohon Selatan, sumber Perum GBTL 2 dan Mahwuleleng juga terdampak.

Mahwuleleng menjadi salah satu sumber dengan penurunan debit paling tinggi, yakni mencapai 60 persen.

Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Ranonekutu, Tomohon Timur. Debit sumber air tersebut sudah mencapai 0 persen atau dalam kondisi kering total.

Sumber Sineleyan di Tomohon Tengah juga masuk dalam daftar sumber yang mengalami penurunan debit.

Menurut Jani, berkurangnya debit air tersebut berkaitan dengan kondisi kemarau dan fenomena El Nino yang menyebabkan curah hujan serta ketersediaan air ikut menurun.

Kondisi ini membuat PDAM harus terus memantau sumber-sumber air yang masih bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat.

"Situasi ini menjadi perhatian kami, sehingga kondisi sumber-sumber air terus dipantau," ujarnya.

Untuk menjaga distribusi air kepada pelanggan, PDAM Kota Tomohon menyesuaikan pola pelayanan dengan kondisi sumber air yang tersedia. Sumber-sumber yang masih memiliki debit juga dioptimalkan.

Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan tetap berjalan di tengah berkurangnya ketersediaan air akibat kemarau.

PDAM Kota Tomohon berkantor di Kelurahan Talete Dua, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

PDAM Kota Tomohon saat ini melakukan sejumlah langkah untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat.

Di antaranya dengan memantau kondisi sumber air, menyesuaikan pola distribusi berdasarkan ketersediaan air, serta mengoptimalkan sumber-sumber yang masih dapat dimanfaatkan. (pet/ind)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.