Sorotan Arsenal 2-1 Chelsea: Reaksi Arteta, Carragher-Neville hingga Rekor The Gunners
Muhammad Nursina Rasyidin September 07, 2026 03:57 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Sorotan hasil Arsenal vs Chelsea menjadi salah satu pertandingan Liga Inggris yang paling menarik musim ini. Laga berlangsung penuh semangat dan tensi tinggi sejak awal hingga akhir pertandingan.

Arsenal sukses mengamankan kemenangan atas Chelsea di Emirates Stadium dengan skor 2-1, Minggu (6/9/2026).

The Gunners besutan Mikel Arteta dikejutkan oleh Morgan Rogers pada awal babak pertama setelah merobek jala David Raya pada detik ke-77.

Gol pembuka Chelsea di laga ini menjadi gol tercepat yang bersarang di gawang Arsenal pada ajang Liga Inggris sejak Agustus 2023.

Arsenal ketika itu kebobolan pada detik ke-57 melalui pemain Fulham, Andreas Pereira.

Sementara bagi Morgan Rogers, ia menjadi pemain pertama yang mencetak gol atau memberikan assist dalam setiap tiga pertandingan pembuka musim Liga Inggris bagi Chelsea sejak Eden Hazard pada musim 2018/2019.

Rogers juga menjadi pemain Inggris pertama yang melakukan hal tersebut sejak Frank Lampard pada musim 2002/2003, menurut Sky Sports.

Sebelum jeda turun minum, Arsenal berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Kai Havertz.

Empat menit setelah turun minum, tim tuan rumah membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat skema serangan yang brilian dan diakhiri tendangan keras Martin Odegaard.

Arsenal berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Chelsea dalam pertandingan Liga Inggris untuk pertama kalinya sejak Oktober 2011 (5-3).

Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri rentetan 14 pertandingan tanpa kemenangan Arsenal saat tertinggal lebih dulu dari The Blues.

Rinciannya, Arsenal kalah dalam 10 pertandingan dan empat kali bermain imbang.

Bagi Chelsea, hasil ini menjadi kekalahan kelima secara beruntun saat bertandang ke Emirates Stadium. Ini sekaligus menjadi periode kedua dalam sejarah klub ketika mereka mengalami lima kekalahan beruntun di markas lawan.

Chelsea pernah merasakan hal serupa saat kalah enam kali berturut-turut dari Liverpool di Anfield pada 1992 hingga 1997.

Namun, di sisi lain, Chelsea menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Inggris yang mencetak gol dalam lima menit pertama pada setiap dari tiga pertandingan pertama mereka musim ini.

Chelsea gagal memenangkan pertandingan atas Arsenal di semua kompetisi sejak tahun 2021.

Kali terakhir Chelsea mengalahkan Arsenal di Emirates Stadium pada ajang Liga Inggris terjadi pada Agustus 2021 dengan skor 0-2.

Arsenal tidak terkalahkan dalam sembilan pertemuan sebelumnya di ajang Liga Inggris. Rinciannya enam kemenangan dan 3 kali imbang.

Kontribusi Kai Havertz

Gol Kai Havertz pada laga tersebut menjadi titik balik bagi Arsenal untuk memenangkan pertandingan.

Havertz juga berkontribusi secara tidak langsung dalam terciptanya gol kemenangan The Gunners yang dicetak Odegaard.

Havertz telah mencetak tiga gol saat menghadapi Chelsea di Liga Inggris.

Menurut Opta, di antara para pemain yang pernah membela Chelsea di kompetisi ini, Kai Havertz berada di bawah Mohamed Salah dan Kevin De Bruyne yang masing-masing mencetak lebih banyak gol, yakni lima, saat menghadapi The Blues setelah meninggalkan klub London Barat tersebut.

Untuk diketahui, gol Havertz merupakan puncak dari upaya kedua tim dalam menciptakan peluang.

Terdapat sembilan tembakan tepat sasaran dalam 25 menit pertama pertandingan. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sejak laga West Ham 0-3 Sunderland pada Mei 2011 yang menghasilkan 11 tembakan tepat sasaran dalam periode yang sama.

Komentar Arteta

Menyikapi hasil ini, Mikel Arteta sempat kecewa dengan kelengahan timnya saat Morgan Rogers mencetak gol pada menit awal pertandingan.

Namun, setelah melalui serangkaian proses hingga terciptanya dua gol balasan, pelatih asal Spanyol itu memberikan pujian setinggi langit kepada anak asuhnya.

"Saya sangat kecewa dengan cara kami kebobolan gol pertama, dan kami membicarakannya, tetapi itu juga merupakan pujian bagi mereka dan penyelesaian akhir dari Morgan Rogers," ucap Arteta seusai laga, dikutip dari Sky Sports.

"Namun, cara kami bereaksi dan cara kami bermain dari awal hingga akhir, sungguh menyenangkan menyaksikan tim kami bermain, berkompetisi, ketenangan, kepribadian, ancaman yang kami berikan, beberapa penampilan individu yang luar biasa," sambungnya.

Ditambah dengan atmosfer stadion yang berasal dari para pendukung mereka, pertandingan ini menjadi terasa lebih spesial.

"Itu adalah lapisan lain dari kami. Lapisan dinamisme, ancaman, niat, dan agresi yang berbeda dalam fase penyerangan, dan Anda tentu telah melihatnya hari ini," bebernya saat memuji para penggemar Arsenal yang terus memberikan dukungan sejak menit awal pertandingan.

"Jujur saja, berdiri di sana sungguh menyenangkan menyaksikan tim bermain dan berkompetisi dari awal hingga akhir," jelasnya.

Penilaian Carragher dan Neville

Mantan pemain Liga Inggris, Jamie Carragher, menilai ada jarak antara Arsenal dan Chelsea.

Arsenal telah menunjukkan perkembangan selama bertahun-tahun di bawah arahan Arteta hingga meraih gelar juara Liga Inggris.

Meskipun begitu, Chelsea juga menunjukkan perkembangan yang luar biasa bersama pelatih yang membawa Bayer Leverkusen meraih gelar juara Bundesliga tanpa terkalahkan sepanjang musim.

"Ada jurang pemisah yang sangat besar antara kedua tim. Chelsea akan membutuhkan waktu untuk mencapai level itu, jika mereka mampu mencapainya," ungkapnya.

Sementara itu, Chelsea yang baru dibangun kembali oleh Xabi Alonso menunjukkan langkah awal yang cukup bagus dan terus mengalami perkembangan.

"Alonso akan bangga dengan apa yang telah ia lihat," puji mantan pemain Manchester United, Gary Neville.

"Jelas ada perbaikan yang perlu dilakukan, tetapi mereka telah berusaha dengan sangat baik."

"Banyak hal baik yang terjadi dan mereka merasa frustrasi serta kecewa, tetapi mereka mungkin akan mengingat pertandingan ini sebagai momen yang baik daripada seburuk yang mungkin mereka rasakan saat ini," tutupnya.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.