Kekacauan bagi Mohamed Salah saat pelatih Trabzonspor Fatih Tekke meninggalkan klub hanya beberapa hari setelah pengunduran dirinya sempat ditolak
Agus Firmansyah September 07, 2026 06:43 AM

Kehidupan baru Mohamed Salah di Turki kini diselimuti ketidakpastian setelah kepergian mendadak pelatih kepala Fatih Tekke. Mantan ikon Liverpool itu kini berada di tengah proses pencarian manajer baru, padahal ia baru menjalani lima pertandingan bersama klub Super Lig tersebut.

Drama di ruang direksi mendahului kepergian Tekke

Situasi di Trabzonspor mencapai titik didih pekan ini ketika klub akhirnya mengonfirmasi perpisahan dengan pelatih kepala Tekke. Langkah ini menjadi kejutan besar mengingat dewan klub secara terbuka masih memberikan dukungan kepada sang pelatih kurang dari tujuh hari sebelumnya. Kekacauan bermula segera setelah kekalahan agregat memalukan 5-0 dari klub Hungaria, Ferencvaros, dalam babak play-off Liga Europa.

Setelah bencana di ajang Eropa itu, Tekke secara mengejutkan mencoba mundur dengan menyatakan bahwa ia "berhak menghukum diri saya sendiri" karena performa buruk tim. Namun, dalam putaran peristiwa yang aneh, klub pada awalnya menolak membiarkannya pergi. Petinggi klub mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa pengunduran dirinya telah "ditolak" dan bersikeras agar ia tetap memimpin tim pada laga domestik berikutnya. Dukungan singkat itu cepat menguap setelah tim tumbang 2-1 dari Amedspor pada Selasa.

Pernyataan resmi klub soal perpisahan

Dengan suasana di sekitar klub yang semakin beracun, pembicaraan lanjutan digelar antara sang pelatih dan dewan klub untuk mencari jalan keluar. Proses itu berujung pada kesepakatan bersama untuk mengakhiri kontraknya dengan segera. Klub kemudian merilis pernyataan panjang yang menjelaskan keputusan tersebut.

Pernyataan itu berbunyi: "Sebagai hasil dari pembahasan yang dilakukan, kami telah sepakat bersama untuk berpisah dengan Fatih Tekke sejalan dengan kepentingan Trabzonspor dan tujuan yang berorientasi ke masa depan."

Klub juga ingin menyoroti dampak positif yang diberikan sang pelatih selama berada di bangku cadangan, khususnya terkait raihan trofi dan stabilitas finansial. "Selama kurang lebih 18 bulan masa tugasnya, Fatih Tekke memberikan nilai yang signifikan bagi Trabzonspor," tambah klub. "Selain kontribusinya terhadap perkembangan para pemain yang diintegrasikan ke dalam skuad kami selama periode ini, ia juga memberikan keuntungan penting bagi klub kami baik dalam aspek olahraga maupun ekonomi. Dengan membawa Piala Turki ke lemari trofi kami, ia sekali lagi menorehkan namanya dalam sejarah Trabzonspor."

Peta jalan baru untuk raksasa Turki

Kepergian ini menandai berakhirnya sebuah era bagi Tekke, yang jelas merasa terpukul oleh kemunduran performa tim belakangan ini. Pernyataan klub berlanjut: "Pada titik yang telah kami capai hari ini, kami sampai pada pemahaman bersama dengan pelatih kami - yang menyatakan bahwa ia tidak akan pernah bisa menerima keberadaannya menyebabkan kerugian bagi Trabzonspor dalam bentuk apa pun - bahwa tidak terelakkan untuk menyusun peta jalan baru dengan menempatkan kepentingan klub di atas segalanya."

Klub menutup penghormatannya dengan mendoakan yang terbaik bagi pria 48 tahun itu dalam babak berikutnya di sepak bola profesional, seraya menambahkan: "Kami berterima kasih kepada pelatih kami atas usaha, kerja keras yang penuh dedikasi, keberhasilan yang ia raih, dan nilai yang ia tambahkan kepada klub kami hingga saat ini. Kami mendoakan Fatih Tekke sukses dalam kariernya di masa depan; sebagai anggota komunitas Trabzonspor, saya ingin menyampaikan bahwa kami akan selalu mengenangnya dengan hormat atas emosi indah yang ia bawa ke klub kami dan warisan berharga yang ia tinggalkan."

Salah berada dalam ketidakpastian setelah awal yang cerah

Bagi Mohamed Salah, waktu terjadinya kepergian ini jelas jauh dari ideal. Raja Mesir itu bergabung dengan klub Turki tersebut dalam transfer musim panas yang menyita perhatian dan menjadi salah satu dari sedikit titik terang dalam awal musim yang sulit. Legenda Liverpool itu sudah mampu mencetak tiga gol hanya dalam lima penampilan, menunjukkan bahwa ia masih memiliki ketajaman penyelesaian akhir yang membuatnya menjadi ikon Liga Primer.

Sementara pencarian pengganti permanen terus berlangsung, klub telah mengonfirmasi bahwa Huseyin Cimsir akan turun tangan sebagai manajer interim untuk pertandingan berikutnya. Meski Salah sudah mencetak gol, Trabzonspor baru meraih satu kemenangan dari tiga laga awal liga mereka, dan tekanan terus meningkat untuk membalikkan arah musim ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.