Komentar Ruben Amorim Usai Ditahan Juventus, Akui Rossoneri Tak Layak Menang
Dwi Setiawan September 07, 2026 07:30 AM

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, mengakui timnya tidak tampil maksimal saat ditahan Juventus pada pertemuan pertama di Liga Italia 2026/2027, Senin (7/9/2026) dini hari WIB.

Amorim bahkan menilai hasil imbang tersebut cukup adil karena AC Milan tidak pantas menang, tetapi Juventus juga tidak layak membawa pulang tiga poin.

AC Milan sebenarnya sempat berada dalam posisi menguntungkan setelah mampu mengontrol permainan, terutama pada babak pertama.

Setelah jeda, masuknya Alphadjo Cisse langsung memberikan dampak positif. Pemain muda tersebut mencetak gol pada menit ke-68 sekaligus membawa AC Milan unggul.

Namun, performa Rossoneri mulai menurun ketika mereka terlalu sering kehilangan penguasaan bola.

Kondisi tersebut akhirnya dimanfaatkan Juventus untuk mencetak gol penyama kedudukan melalui Federico Gatti pada menit ke-90+2.

Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mempertahankan rekor tak terkalahkan di Serie A musim ini. Juventus dan AC Milan kompak mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan pertama.

Usai laga, Amorim mengakui AC Milan memang belum mampu menunjukkan permainan terbaiknya.

Pelatih kepala Manchester United asal Portugal Ruben Amorim bereaksi selama pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris antara Ipswich Town dan Manchester United di Portman Road di Ipswich, Inggris timur pada 24 November 2024.
KECEWA - Mantan Pelatih Manchester United, Ruben Amorim bereaksi selama pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris antara Ipswich Town dan Manchester United di Portman Road di Ipswich, Inggris timur pada 24 November 2024. (Foto Arsip, November 2024) (Darren Staples / AFP)

"Kami tidak pantas menang. Jujur saja, saya rasa Juventus juga tidak pantas kalah. Kami mencoba memainkan permainan kami, tetapi kami tidak bagus dalam penguasaan bola," ujar Amorim kepada DAZN.

Menurutnya, Milan sempat memiliki sejumlah momen ketika mampu menjalankan permainan sesuai rencana.

Akan tetapi, masalah dalam menjaga penguasaan bola membuat Rossoneri kesulitan mempertahankan kendali pertandingan.

"Ada momen ketika kami mengontrol permainan di babak pertama, tetapi kemudian, ketika kami mulai kehilangan banyak penguasaan bola, kami kesulitan," lanjutnya.

Baca juga: Modric Betah di AC Milan, Rela Tunda Pulang ke Madrid demi Bawa Rossoneri ke UCL

Pelatih asal Portugal itu mengakui masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar permainan Milan menjadi lebih konsisten.

Terlebih, Amorim baru sekitar dua bulan bekerja bersama para pemain. Karena itu, sejumlah kebiasaan dan prinsip permainan yang diinginkannya belum sepenuhnya terbentuk.

"Saya rasa kami tidak bermain bagus, tetapi kami baru bekerja sama selama dua bulan. Kami memiliki kualitas individu, tetapi hari ini kami kekurangan hal-hal sederhana," jelasnya.

"Dalam sepak bola, hal-hal sederhana adalah yang terbaik. Bahkan dalam cara kami menerima dan mengoper bola, kami harus melakukan hal-hal sederhana dengan sangat baik. Hari ini kami tidak bagus dalam hal-hal mendasar."

Milan Kesulitan Ketika Tak Menguasai Bola

Salah satu persoalan terbesar yang dilihat Amorim adalah kemampuan Milan ketika tidak mampu mendominasi penguasaan bola.

Menurutnya, anak asuhnya masih kesulitan mempertahankan struktur permainan ketika lawan mulai lebih banyak menguasai bola.

Situasi tersebut membuat Milan kehilangan kontrol dan tidak mampu bermain dengan ritme yang diinginkan.

"Perasaan saya adalah ketika tim kami tidak banyak menguasai bola, mereka kesulitan. Itu adalah sesuatu yang perlu kami kerjakan," kata Amorim.

Meski menemukan sejumlah kekurangan, Amorim tidak berniat mengubah filosofi yang sedang dibangunnya di Milan hanya karena hasil kurang memuaskan saat menghadapi Juventus.

Ia menyadari tidak semua pertandingan akan berjalan sesuai harapan. Milan harus belajar menghadapi laga ketika mampu tampil dominan maupun saat berada di bawah tekanan lawan.

"Kami tidak akan mengubah cara bermain karena kami sudah tahu bahwa di beberapa pertandingan kami akan bermain bagus, sementara di pertandingan lain tidak," tegasnya.

Amorim Minta Pemain Lebih Berani

Selain penguasaan bola, Amorim juga menuntut para pemain Milan agar lebih berani ketika menguasai bola.

Ia melihat Milan sebenarnya tidak mendapatkan tekanan besar pada sejumlah momen di babak pertama. Namun, para pemain justru beberapa kali kehilangan bola tanpa mendapatkan tekanan berarti dari Juventus.

"Perasaan saya adalah bahwa di babak pertama kami tidak berada di bawah tekanan besar dan seharusnya bisa menguasai bola dengan lebih baik," tutur Amorim.

"Terkadang kami kehilangan bola tanpa tekanan. Kami terus-menerus mengambil risiko dan itu adalah sesuatu yang perlu kami tingkatkan: bagaimana kami bermain dengan bola, bagaimana kami bertahan dengan bola, dan bagaimana kami menjadi lebih agresif."

Menurutnya, keberanian tersebut dibutuhkan terutama ketika Milan sudah mendekati area pertahanan lawan.

Ia ingin para pemain tidak ragu mengambil keputusan ketika memiliki kesempatan untuk mengancam gawang Juventus.

"Terkadang, jika kami menuju gawang, kami perlu lebih agresif. Jika kami ingin mempertahankan bola, kami perlu lebih banyak bergerak, memiliki keinginan yang lebih besar untuk melakukannya, dan sedikit lebih berani," tambah mantan pelatih Manchester United itu.

Bagi Amorim, hasil imbang melawan Juventus menjadi bahan evaluasi penting bagi Milan.

Rossoneri masih perlu memperbaiki permainan dasar, menjaga penguasaan bola, serta meningkatkan keberanian ketika membangun serangan.

Dengan kerja sama yang baru berjalan sekitar dua bulan, Amorim memilih menjadikan pertandingan tersebut sebagai bagian dari proses membentuk AC Milan.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.