TRIBUNJAKARTA.COM - Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, menghentikan sementara operasional penerbangan pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Penghentian operasional tersebut dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau yang berdampak pada keberadaan abu vulkanik di sekitar wilayah penerbangan.
Berdasarkan informasi dikutip dari @radioelshinta di X, hasil paper test BMKG di Gedung 725 AMOS Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (5/9/2026) menunjukkan hasil positif adanya abu vulkanik Krakatau.
Setelah dilakukan rapat dengan pihak terkait, operasional Bandara Soekarno-Hatta dihentikan sementara selama empat jam, mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB, Minggu (6/9/2026).
Informasi tersebut juga disampaikan melalui kanal informasi kebandarudaraan.
Penghentian operasional dilakukan sebagai langkah keselamatan menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau.
Sejumlah pengguna media sosial turut membagikan informasi mengenai kondisi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.
Salah satunya akun X @Abdihilman yang mengaku sudah berada di dalam pesawat dan menjalani proses boarding sebelum mendapat pengumuman mengenai penutupan sementara Bandara Soetta akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Barusan udah boarding, udah induction di pesawat. Eh ada pengumuman Bandara Soetta ditutup 4 jam ke depan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Stay Safe semua," tulisnya.
Informasi serupa juga dibagikan akun X @chaaaaww. Akun tersebut menyebut adanya pembatalan penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta hingga Minggu pagi.
"Seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno Hatta dibatalkan sampai pukul 09.30 WIB, Minggu 6 September 2026," tulis akun tersebut.
Sementara itu, beredar pula informasi di media sosial mengenai adanya penerbangan yang terdampak hingga pukul 09.30 WIB.
Namun, informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak bandara maupun maskapai terkait.
Pihak pengelola Bandara Soekarno-Hatta mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan.
Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui nomor 172.
Pihak pengelola juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi akibat penghentian sementara operasional penerbangan tersebut.
Seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan pada Minggu (6/9/2026) dini hari karena dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Cynthia Lova, jurnalis Kompas.com yang hendak menuju ke Manado, Sulawesi Utara untuk kegiatan "Jagat Literasi" mengungkapkan bahwa pihak bandara mengumumkan pembatalan penerbangan mulai pukul 00.15 WIB.
"Aktivitas bandara sementara ditutup sampai pukul 05.30 WIB sambil menunggu perkembangan lebih lanjut. Update terakhir seluruh penerbangan dibatalkan karena dampak erupsi Anak Krakatau," ungkap Cynthia dikutip Kompas.com.
Saat ini, para penumpang yang tertahan di bandara sudah mulai melakukan proses refund dan mengambil kembali bagasi mereka.
Sementara itu, papan jadwal flight pesawat di Bandara Soekarno-Hatta sudah menampilkan deretan jadwal penerbangan yang dibatalkan.
Adapun, Gunung Anak Kraktau Kembali aktif meletus sejak 2 Juli 2026.
Aktivitasnya kian meningkat pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari.
Abu vulkanik hingga suara dentuman bahkan terasa hingga Bandung Raya, Jawa Barat.
Badan Geologi mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang mendekat atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi.
Aturan ini wajib dipatuhi untuk menghindari bahaya langsung dari letusan, seperti lontaran material pijar, debu vulkanik pekat, atau gas berbahaya di sekitar kawah aktif.