TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Suasana mencekam dan teriakan histeris mewarnai detik-detik kecelakaan tunggal bus penumpang di Jalan Trans Sulawesi, Dusun Muhajir, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Minggu (6/9/2026).
Seorang penumpang yang selamat dari insiden maut tersebut, Awaluddin, membagikan kesaksiannya tentang peristiwa yang menewaskan dua orang dan melukai 10 lainnya itu.
Awaluddin, yang saat kejadian duduk tepat di bagian tengah bus, menuturkan dirinya menduga kuat penyebab kecelakaan adalah rem bus yang tidak berfungsi alias blong.
Baca juga: Amankan TKP Kecelakaan Bus di Karossa Mamuju Tengah Polisi Hingga TNI Diterjunkan Atur Lalu Lintas
Baca juga: 2 Penumpang Tewas Kecelakaan Bus di Karossa Mateng Diduga Laka Tunggal
"Semua panik, semua teriak," kenang Awaluddin dengan suara bergetar saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menceritakan, kepanikan tidak hanya melanda para penumpang, tetapi juga pengemudi bus.
Dalam situasi darurat tersebut, sopir ikut panik. Disebutkannya, sopir sempat membanting setir ke arah pinggir jalan hingga akhirnya bus terjun ke sisi ruas Trans Sulawesi.
Awaluddin menyebutkan, kursi penumpang saat itu terbilang kosong saat insiden.
"Lebih 10 orang," ujarnya, angka yang sejalan dengan data yang dihimpun kepolisian sebelumnya, yakni 12 orang.
Dalam momen genting menjelang benturan, Awaluddin mengaku hanya bisa pasrah dan memanjatkan doa yang dikenalnya sebagai doa Nabi Yunus saat berada di dalam perut ikan paus.
"Saat itu saya teriak, 'La ilaha anta subhanaka inni kuntu minadz-dzalimin'," ungkapnya.
Baginya, doa tersebut menjadi pegangan terakhir di tengah hiruk-pikuk teriakan penumpang lainnya.
Ia pun bersyukur dirinya masih diberi kesempatan untuk hidup.
"Alhamdulillah saya selamat," katanya dengan penuh rasa syukur, meskipun ia harus menerima kenyataan mengalami luka di bagian kaki dan paha akibat benturan keras.
Awaluddin mengaku baru kali pertama menumpangi bus tersebut.
Ia menjelaskan, perjalanan tersebut ditempuhnya untuk menuju Karossa dari Polewali.
Bus yang ia tumpangi diketahui berangkat dari Sulawesi Selatan (Sulsel) menuju Sulawesi Tengah (Sulteng).
Sebanyak 10 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di Puskesmas Lara.
Sejumlah di antaranya telah dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
Meskipun Awaluddin bersaksi soal dugaan rem blong, pihak Satlantas Polres Mamuju Tengah yang dibantu personel Polda Sulawesi Barat masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan yang menyita perhatian warga.(*)