Berita Malang Raya Populer: Erupsi Krakatau Lumpuhkan Penerbangan, Kebakaran Buthak Kian Meluas
Sarah Elnyora Rumaropen September 07, 2026 09:35 AM

Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Benni Indo/Dya Ayu

SURYAMALANG.COM, MALANG RAYA - Dua peristiwa penting mendominasi kawasan Malang Raya, mulai dari gangguan transportasi udara hingga kebakaran hutan dan lahan yang membesar.

Puluhan penumpang di Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, tertahan dan gagal terbang ke Jakarta akibat penundaan penerbangan imbas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026).

Di saat bersamaan, kebakaran di kawasan Gunung Buthak Petak 100 terus meluas hingga menghanguskan 16,5 hektare lahan akibat tiupan angin kencang yang sempat menghentikan pemadaman udara (water bombing).

Berikut ulasan selengkapnya:

Erupsi Krakatau Lumpuhkan Penerbangan

Pada Minggu, puluhan penumpang tertahan di depan pintu masuk Bandara Abdulrachman Saleh karena tidak jadi berangkat ke Jakarta akibat jadwal penerbangan berubah imbas letusan Gunung Anak Krakatau.

Atas kondisi tersebut, sebagian penumpang memilih duduk, dan beberapa di antaranya berdiri sembari menunggu kepastian perjalanan. Koper-koper dan barang bawaan diletakkan berdekatan dengan tempat mereka duduk.

Di antara calon penumpang tersebut terdapat rombongan petani kopi binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang yang hendak mengikuti pelatihan di Bandung.

Mereka semula dijadwalkan terbang menggunakan Batik Air dari Bandara Abdulrachman Saleh menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Namun, penerbangan yang sedianya berangkat pukul 09.15 WIB mengalami penundaan.

Salah seorang anggota rombongan, Eddy Harjanto mengatakan, mereka akhirnya menunggu alternatif transportasi agar tetap bisa berangkat menuju Bandung.

"Seharusnya tadi 09.15 jadwalnya," kata Eddy saat ditemui SURYAMALANG.COM di Bandara Abdulrachman Saleh, Minggu (6/9/2026).

Baca juga: 42 Penerbangan di Bandara Juanda Surabaya Dibatalkan Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Eddy merupakan anggota Kelompok Tani Mitra Karya Tani asal Prigen, Kabupaten Pasuruan. Kelompok tersebut merupakan binaan KPw BI Malang.

Lebih lanjut, Eddy menerangkan rombongan para petani kopi binaan BI Malang berasal dari sejumlah daerah. Ada 24 orang rombongan yang tidak bisa berangkat ke Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung.

Setelah penerbangan tertunda, koordinasi dilakukan untuk menyiapkan kendaraan yang dapat membawa rombongan menuju Bandung melalui jalur darat.

"Koordinasi dari BI kayaknya ada mobil. Habis ini dijemput," ujarnya.

Eddy menyebut, moda transportasi yang kemungkinan digunakan adalah bus, sebab menggunakan kereta api dinilai sulit akibat jumlah rombongan cukup banyak dan tiket belum dipesan sebelumnya.

"Kami pakai bus. Kalau go show kereta api, sepertinya dengan jumlah 24 orang sulit," katanya.

Meski perjalanan melalui darat membutuhkan waktu lebih panjang, Eddy mengatakan rombongan masih memungkinkan mengejar agenda di Bandung, sebab pelatihan yang akan mereka ikuti baru dijadwalkan berlangsung pada Senin (7/9/2026).

“Besok sih acaranya. Jadi masih bisa mengejar sebetulnya kalau naik bus,” paparnya.

Di tengah penantian tersebut, Eddy mengaku belum memperoleh banyak penjelasan mengenai penundaan penerbangan.

Selama berada di bandara, informasi yang diketahui Eddy masih sebatas yang terlihat melalui papan informasi penerbangan.

“Saya hanya melihat di papan, di videotron yang di situ. Kami tidak dapat info apa pun dari maskapai,” katanya.

Sebelumnya, Eddy mengaku telah mengetahui informasi mengenai erupsi Gunung Krakatau melalui media sosial, namun ia tidak menyangka kondisi tersebut akan berkaitan dengan perjalanan mereka menuju Jakarta.

Eddy juga belum mengetahui mengenai kompensasi tiket ataupun konsumsi akibat penundaan tersebut, sebab pengurusan perjalanan rombongan dilakukan oleh staf BI.

Baca juga: Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini Senin 7 September 2026: Cerah-Udara Kabur, Suhu Dingin 14 °C

Untuk kebutuhan selama menunggu, rombongan telah membawa makanan masing-masing.

Rombongan memilih tetap menunggu di sekitar bandara bersama koper dan barang bawaan mereka hingga kendaraan penjemput tiba.

Nasib serupa juga dialami Tutik. Ia bersama suami, sedianya terbang menuju Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng untuk menghadiri agenda di Ibu Kota.

Informasi mengenai penundaan penerbangan, baru diketahui ketika Tutik hendak melakukan check-in di bandara.

Jika sesuai jadwal, penerbangan Batik Air yang akan ditumpangi Tutik berangkat sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, rencana perjalanan tersebut harus tertunda akibat kondisi penerbangan yang terdampak abu vulkanik.

Akibat harus menghadiri agenda di Jakarta, Tutik pun terpaksa mengajukan pengembalian dana atau refund tiket, dan akan mencari alternatif moda transportasi lain untuk tiba di Jakarta.

"Harusnya berangkat pukul 11.00, tapi karena ada penundaan ini, katanya mau refund," ujarnya.

Kebakaran Gunung Buthak Kian Meluas

Sementara itu, kawasan Gunung Buthak Petak 100 wilayah Kabupaten Malang kembali terbakar pada Sabtu (5/9/2026).

Berdasarkan hasil monitoring dan pemantauan BPBD Kabupaten Malang, api mengakibatkan 16,5 hektare lahan terbakar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, pemadaman dilakukan dengan percepatan penanganan water boombing.

Sayangnya karena angin kencang membuat operasi water bombing dihentikan sementara.

“Operasi Water Bombing dihentikan sementara karena kondisi angin cukup kencang. Hari ini akan dilaksanakan observasi dan penanganan lanjutan,” kata Sadono Irawan kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (6/9/2026).

Kini upaya yang terus dilakukan tim gabungan pemadaman, baik dari BPBD Kabupaten Malang maupun Kota Batu adalah melaksanakan operasi pemadaman darat dengan fokus pembuatan sekat bakar.

“Tim gabungan melakukan pengecekan karena khawatir masih ada penimbunan bara api yang terdapat pada pohon maupun area terdampak, serta kami lakukan pemotongan pohon tumbang yang berpotensi menyebabkan perambatan api ke area yang belum terbakar,” jelasnya.

Kendala angin kencang, tidak hanya menghentikan upaya pemadaman menggunakan water bombing, namun juga menyebabkan api semakin membesar sehingga personel sempat ditarik mundur demi keselamatan.

“Hari ini akan dilanjutkan upaya water bombing, operasi darat dan udara di sekitar area terdampak kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

Sebelumnya kebakaran juga terjadi di Gunung Buthak wilayah Kota Batu tepatnya di Petak 100 dekat Pos 3 pada Selasa (1/9/2026). Akibatnya sekitar 15 hektar lahan hangus dilahap si jago merah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.