6 Bandara Masih Ditutup Hari Ini akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Dian Anditya Mutiara September 07, 2026 10:17 AM

Enam bandar udara masih berstatus ditutup sementara akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026).

Penutupan dilakukan sebagai langkah mitigasi keselamatan penerbangan dengan mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik dan kondisi ruang udara berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Herman Soegijantoro, mengatakan berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM), enam bandara masih berstatus closed akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Estimasi penutupan hingga 7 September 2026 pukul 08.59 WIB," ujar Herman, Senin.

Berikur enam bandara yang ditutup sementara yaitu:

1. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), status CLOSED, 6 September pukul 23.20 WIB hingga estimasi 7 September pukul 08.59 WIB.

2. Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP), status CLOSED, 6 September pukul 23.26 WIB hingga estimasi 7 September pukul 08.59 WIB.

3. Bandar Udara Radin Inten II, Lampung (TKG), status CLOSED, 6 September pukul 23.23 WIB hingga estimasi 7 September pukul 08.59 WIB.

4. Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO), status CLOSED, 6 September pukul 23.31 WIB hingga estimasi 7 September pukul 08.59 WIB.

5. Bandar Udara Budiarto, Curug (RTO), status CLOSED, 6 September pukul 23.29 WIB hingga estimasi 7 September pukul 08.59 WIB.

6. Bandar Udara Pondok Cabe (PCB), status CLOSED, 6 September pukul 23.36 WIB hingga estimasi 7 September pukul 08.59 WIB.

AirNav Pantau Kondisi Ruang Udara

Herman menjelaskan, penutupan sementara bandar udara terdampak abu vulkanik merupakan mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan dengan mempertimbangkan kondisi di ruang udara.

AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. 

Lebih lanjut Herman, informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.