Kronologi Pelajar 17 Tahun di Trenggalek Tewas Tenggelam Saat Jelajah Pramuka
Titis Jati Permata September 07, 2026 09:32 AM

 

SURYA.co.id, TRENGGALEK - Kegiatan jelajah alam yang menjadi bagian dari perkemahan Pramuka di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, berubah menjadi duka.

Seorang siswa SMA berusia 17 tahun, LFNH, meninggal dunia setelah terpeleset dan jatuh ke Sungai Sawah Kentung, Desa Gemaharjo, Minggu (6/9/2026).

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban bersama 11 siswa lainnya sedang mengikuti agenda jelajah dalam rangkaian kegiatan Pramuka di sekolahnya.

Rombongan yang berjumlah 12 siswa itu berjalan berbaris hingga tiba di kawasan sungai sekitar pukul 08.00 WIB.

Baca juga: Unesa Sediakan 100 Beasiswa Kuliah S1 Hingga S3 Buat Anggota dan Pembina Pramuka Jatim

Terpeleset Saat Melintas di Sungai

Kapolsek Watulimo, Iptu Sumarsono, mengatakan korban diduga kehilangan keseimbangan saat berada di sekitar sungai.

Korban kemudian terjatuh ke aliran sungai yang memiliki kedalaman sekitar tiga meter.

"Korban mengikuti kegiatan Pramuka di sekolahnya. Saat kegiatan jelajah, korban terpeleset dan jatuh ke sungai," ujar Sumarsono saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).

Melihat kejadian tersebut, sejumlah teman korban berusaha memberikan pertolongan.

Namun, kondisi sungai yang cukup dalam membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.

Rekan-rekan korban kemudian menghubungi Kepala Dusun Plapar.

Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada petugas jaga Polsek Watulimo.

Polisi dan Warga Lakukan Evakuasi

Petugas kepolisian bersama warga kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan proses evakuasi.

Setelah korban berhasil dievakuasi, petugas Puskesmas Slawe turut datang ke lokasi.

Polisi juga melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang milik korban, termasuk kaos lengan pendek warna putih kombinasi biru serta celana panjang cokelat yang merupakan celana Pramuka.

Berdasarkan penyelidikan awal, polisi menduga korban meninggal dunia akibat tenggelam. Korban disebut tidak dapat berenang.

Berangkat untuk Ikuti Perkemahan Tiga Hari

Sebelum kejadian, korban diketahui meninggalkan rumah pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB untuk mengikuti kegiatan Pramuka di SMA Islam Watulimo.

Kegiatan tersebut merupakan perkemahan penerimaan tamu ambalan sekaligus pelantikan penegak bantara. Agenda berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 September 2026, dan diikuti sekitar 30 siswa.

Dua hari pertama kegiatan, yakni Jumat dan Sabtu (4-5/9/2026), berlangsung lancar.

Musibah kemudian terjadi pada hari terakhir saat peserta mengikuti agenda jelajah bersama regu masing-masing. (Madchan Jazuli)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.