Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Kepung Jabar - Jakarta
Dedy Herdiana September 07, 2026 09:35 AM

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) pagi ini.

Berdasarkan citra satelit terkini hingga pukul 06.00 WIB, abu vulkanik terpantau meluas hingga mencakup wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, hingga sebagian Jawa Tengah dan Sumatra Selatan.

Bergerak Dua Arah dan Melayang di Jalur Pesawat

Hasil pantauan BMKG mengidentifikasi pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terbagi dalam dua lapisan ketinggian:

  • Lapisan Terendah (4,57 Km / Permukaan - 15.000 ft)

Bergerak dari arah Tenggara ke Barat Laut. Sebaran abu melingkupi wilayah DKI Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, serta perairan sekitarnya.

Pada ketinggian ini, abu berpotensi memicu penurunan kualitas udara dan mengganggu jarak pandang (visibility) masyarakat.

  • Lapisan Tertinggi (15,24 Km):

Bergerak ke arah Barat Daya hingga Barat menuju Samudra Hindia, menjauhi daratan Indonesia.

Kendati demikian, sebaran abu di ketinggian ini menjadi ancaman serius bagi dunia penerbangan karena berada tepat di jalur lintas pesawat udara.

Baca juga: Pemprov Jabar Berlakukan PJJ dan Siagakan Faskes Hadapi Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Pantauan FIR Jakarta

Berdasarkan laporan pemantauan Flight Information Region (FIR) Jakarta (WIIF) yang berlaku pukul 06.30 - 08.30 WIB, intensitas abu vulkanik tercatat dalam status No Change.

Artinya, belum ada perubahan signifikan pada luas maupun intensitas paparan abu dibanding pengamatan sebelumnya.

Abu vulkanik terpantau bergerak ke arah Barat dengan kecepatan sekitar 15 knot (28 km/jam).

Wilayah Berpotensi Terdampak

- Ketinggian sebaran: permukaan hingga 15.000 ft (4,57 Km).

- Arah pergerakan: ke arah Barat dengan kecepatan sekitar 15 knot (28 km/jam).

- Wilayah potensi terdampak: sebagian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Selat Sunda, Samudera Hindia di sebalah Barat Bengkulu-Lampung-Banten.

Atas kedua pengamatan yang diungkap tersebut, BMKG tetap mengingatkan:

  • BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak memastikan informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan instansi terkait serta memperhatikan kondisi udara serta jarak pandang.
  • Selain itu masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan jika mulai merasakan dampak penurunan kualitas udara akibat abu vulkanik. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.