ART Ini Dapat Warisan Rp40 Miliar dan Apartemen Mewah Dekat Orchard Road
Joseph Wesly September 07, 2026 08:50 AM

 

TRIBUNBEKASI.COM- Kisah seorang asisten rumah tangga (ART) asal Filipina di Singapura menjadi sorotan setelah menerima warisan senilai jutaan dollar Singapura dari majikannya.

Perempuan yang hanya disebut dengan nama samaran "Christine" itu mendapat warisan sekitar 6 juta dollar Singapura atau setara Rp40 miliar pada Juli 2010.

Warisan tersebut diberikan setelah Christine mengabdi kepada majikannya selama lebih dari 20 tahun.

Tak hanya uang tunai, Christine juga mendapatkan sebuah apartemen mewah yang berada di sekitar kawasan Orchard Road, salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Singapura.

Saat itu, Christine berusia 47 tahun dan berstatus lajang.

Mengabdi Lebih dari 20 Tahun

Christine bekerja untuk majikannya, seorang dokter sekaligus filantropis bernama Quek Kai Miew, selama lebih dari dua dekade.

Ia tidak hanya membantu sang dokter, tetapi juga pernah merawat ibu Quek yang telah meninggal dunia.

Hubungan keduanya pun disebut sangat dekat. Christine mengaku hampir selalu berada di sisi majikannya dan menemaninya ke mana pun pergi.

"Saya selalu berada di sampingnya. Ke mana pun dia pergi, saya bersamanya," kata Christine.

Ketika Quek meninggal dunia pada 2009 dalam usia 66 tahun, Christine mengaku sangat terpukul.

Ia bahkan sempat tinggal bersama keponakan majikannya karena tidak sanggup menjalani masa berduka seorang diri.

"Sangat menyakitkan bagi saya karena saya melihat lebih banyak tahun bersama Dr Quek dibandingkan dengan ibu saya sendiri. Saya akan menangis setiap kali memikirkannya. Saya tidak bisa sendirian," ujarnya.

Sudah Tahu Akan Mendapat Warisan

Warisan tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan bagi Christine.

"Tidak ada rahasia di antara kami. Saya sama sekali tidak terkejut ketika dia memberi tahu berapa banyak yang akan saya dapatkan," katanya.

Setelah Quek meninggal dunia, Christine memperoleh uang tunai sekitar 6 juta dollar Singapura serta sebuah apartemen mewah di kawasan dekat Orchard Road.

Tetap Hidup Sederhana

Meski mendadak memiliki kekayaan dalam jumlah besar, Christine mengaku tidak mengubah gaya hidupnya.

"Saya tidak terlalu memikirkan uang yang saya dapatkan. Saya hanya menjalani hidup seperti sebelumnya, bukan sebagai orang kaya," kata Christine.

Ia juga tetap berpenampilan sederhana dan tidak merasa perlu mengubah dirinya hanya karena memiliki banyak uang.

"Saya tetap menjadi diri saya yang dulu. Saya tidak bisa bersikap berbeda hanya karena sekarang saya punya uang," ujarnya.

Hubungannya dengan teman-temannya sesama ART asal Filipina di Singapura juga tetap berjalan seperti biasa.

"Teman-teman ART Filipina saya di sini masih memperlakukan saya sama," katanya.

Sembunyikan Identitas

Christine memilih tidak mengungkapkan nama aslinya kepada publik karena khawatir kekayaannya membuat dirinya menjadi sasaran kejahatan.

Karena alasan keamanan tersebut, media menggunakan nama samaran "Christine".

Jadi Pengecualian di Kalangan ART Migran

Kisah Christine menjadi pengecualian yang tidak biasa di tengah besarnya peran pekerja rumah tangga migran di Singapura.

Pada 2010, hampir 200.000 pekerja rumah tangga asing, yang sebagian besar berasal dari Filipina dan Indonesia, bekerja di rumah-rumah keluarga di Singapura.

Setelah lebih dari 20 tahun bekerja sebagai ART, Christine memperoleh warisan dalam jumlah besar dari majikannya.

Namun bagi Christine, hubungan yang terjalin dengan majikannya tampaknya memiliki arti yang lebih besar dibandingkan harta yang ditinggalkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.