SURYA.co.id, SURABAYA - Cita rasa daerah tak harus kehilangan identitas ketika dibawa ke meja makan hotel.
Prinsip itu diterapkan Chef Syahril Lazuardi saat mengolah Bebek Peterongan khas Madura menjadi bagian dari menu kolaborasi di YELLO Hotel Jemursari Surabaya.
Chef Syahril, yang merupakan Top 4 MasterChef Indonesia Season 10, memilih hidangan bebek tersebut karena memiliki kedekatan dengan latar keluarganya yang berdarah Madura.
Karakter bumbu hitam yang kuat dan kaya rempah kemudian dipadukan dengan konsep restoran hotel yang modern dan playful.
Bebek Peterongan menjadi satu dari empat menu hasil kolaborasi Chef Syahril bersama YELLO Hotel Jemursari Surabaya.
Tiga menu lainnya yakni Sub Iga Bakar Madu, Red Curry Chicken, dan Spicy Honey Glaze Chicken Wings.
Baca juga: Emak-Emak Kejar Bebek dengan Mata Tertutup di Lamongan, Saling Bertabrakan dan Bikin Ngakak
Chef Syahril mengatakan pemilihan Bebek Peterongan tidak lepas dari upayanya menyesuaikan karakter pribadi dengan suasana restoran.
“Jadi saya melihat bagaimana suasana resto di hotel ini dan kemudian sambungin dengan karakter saya. Bebek Peterongan itu kan khas dari kota ku juga,” ujar Chef Syahril.
Bebek tersebut disajikan bersama sayuran goreng dan sambal.
Bumbu yang kuat menjadi karakter utama hidangan, sekaligus mempertahankan identitas kuliner lokal di tengah konsep penyajian yang lebih kekinian.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya YELLO Hotel Jemursari menghadirkan pengalaman kuliner yang berbeda bagi tamu.
“Kami kolaborasi menu. Kebetulan ini kali pertama konsep menu berkelanjutan. Kolaborasi ini merupakan salah satu cara kami untuk terus menghadirkan sesuatu yang fresh dan berbeda bagi para tamu,” kata Martha, Marcomm YELLO Hotel Jemursari Surabaya kepada SURYA.co.id, Selasa (1/9/2026).
Selain Bebek Peterongan, para tamu dapat mencicipi tiga menu lain dengan karakter rasa yang beragam.
Sub Iga Bakar Madu menawarkan iga yang empuk dengan balutan saus madu bercita rasa manis dan gurih.
Hidangan ini disajikan bersama kuah hangat berbumbu.
Red Curry Chicken mengandalkan kekayaan rempah dengan karakter khas red curry.
Sementara Spicy Honey Glaze Chicken Wings memadukan rasa pedas dan manis dalam setiap gigitan.
Keempat menu tersebut dirancang untuk mempertemukan cita rasa yang familiar dengan pendekatan kuliner yang lebih modern.
Di balik rasa Bebek Peterongan yang kuat, pengolahan daging menjadi salah satu bagian penting. Chef Syahril menyebut bebek membutuhkan perhatian khusus agar aroma apek dan amis tidak mengganggu cita rasa hidangan.
Menurut dia, kuncinya berada pada proses marinasi dan perebusan yang dilakukan secara bertahap.
Bebek terlebih dahulu dimarinasi selama 10 menit. Setelah itu, air marinasi dibuang sebelum daging masuk ke tahap perebusan.
“10 menit marinasi, rebus 20 menit lalu pakai rempah bumbu 45 menit,” jelasnya.
Teknik tersebut menjadi salah satu cara untuk menghasilkan daging bebek yang lebih bersih dari aroma amis sekaligus menyerap bumbu dengan lebih baik.
Kehadiran Chef Syahril diharapkan dapat mendekatkan kuliner lokal dengan konsumen Surabaya melalui pendekatan yang lebih kreatif.
Martha mengatakan kolaborasi tersebut juga menyasar masyarakat yang ingin menikmati makanan lokal dengan sentuhan berbeda tanpa harus kehilangan karakter aslinya.
“Harapan kami, memang banyak yang ke Surabaya cari bebek dan kuliner lainnya, nah di sini ada yang dibuat khusus oleh Chef Syahril untuk yang ingin makan makanan lokal Surabaya sekitarnya dan dibuat lebih modern,” tutur Martha.
Empat menu kolaborasi Chef Syahril dan YELLO Hotel Jemursari Surabaya dapat dinikmati para tamu selama periode yang telah ditentukan.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi upaya hotel untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang fresh, creative, dan memorable, sembari membuka ruang bagi eksplorasi cita rasa lokal dalam industri perhotelan.