TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Kepergian Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Marwan Makalalag, menyisakan duka bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Bolsel, Sulawesi Utara (Sulut).
Marwan meninggal dunia pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 21.38 Wita.
Kabar tersebut terasa mengejutkan bagi orang-orang yang masih berkomunikasi dengannya beberapa jam sebelum ia berpulang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bolsel M Arvan Ohy menjadi salah satu pejabat yang masih berkomunikasi dengan Marwan pada Minggu sore.
Saat itu, Marwan masih menjalankan tugas kedinasannya dengan melaporkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bolsel melalui grup.
"Tadi sore kami masih komunikasi, almarhum bahkan membuat laporan Karhutla di grup," kata Arvan.
Tidak lama setelah itu, kabar mengenai kondisi Marwan mulai beredar.
Marwan dilaporkan pingsan ketika bermain badminton bersama istrinya di Desa Salongo, Kecamatan Bolaang Uki.
Desa tersebut berada tidak jauh dari kawasan Molibagu, yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Bolsel.
Menurut informasi yang diperoleh TribunManado.co.id, Marwan tiba-tiba roboh saat permainan badminton berlangsung.
Badminton merupakan olahraga yang melibatkan banyak gerakan cepat, seperti berlari, melompat, dan mengubah arah dalam waktu singkat.
Aktivitas ini membuat tubuh bekerja cukup intens, terutama saat permainan berlangsung dalam tempo tinggi.
"Tadi sebelum dibawa ke RSUD Bolsel, pak Kadis main badminton, tiba-tiba roboh saat pertandingan berlangsung," ujar seorang warga.
Marwan kemudian dibawa ke RSUD Bolsel dalam kondisi tidak sadarkan diri.
"Sudah tidak sadar. Kami yang di lapangan semuanya kaget," kata warga tersebut.
Marwan bukan hanya dipercaya sebagai Kepala Dinas Kominfo Bolsel.
Ia juga menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Bolsel.
Dua tanggung jawab tersebut membuat Marwan menjadi salah satu pejabat yang memiliki peran dalam pemerintahan daerah, baik dalam urusan komunikasi pemerintahan maupun penegakan ketertiban umum.
Kepergiannya pun meninggalkan kesan mendalam bagi jajaran Pemkab Bolsel.
Sekda Bolsel, Arvan mengaku sempat tidak percaya ketika pertama kali menerima kabar mengenai meninggalnya Marwan.
Ia bahkan mengira kabar tersebut hanya candaan.
"Saya kaget bukan main. Awalnya saya pikir bercanda, karena almarhum juga sangat suka bercanda," ungkap Arvan.
Bagi Arvan, Marwan merupakan sosok yang baik.
"Saya bersaksi almarhum orang baik," ujarnya.
Kabar duka tersebut juga mengejutkan Bupati Bolsel Iskandar Kamaru.
Iskandar menyampaikan duka atas kepergian Marwan dan mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Innalillahi Wainnaillaihi rojiun. Turut berduka cita, almarhum orang baik. Semoga keluarga diberikan ketabahan, dan almarhum diterima disisi Allah SWT," ucap Iskandar.
Ia mengaku tidak menyangka Marwan berpulang begitu cepat.
Menurut Iskandar, Marwan dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah kepada masyarakat.
"Ini kehilangan bagi kami. Almarhum sangat baik dan ramah kepada masyarakat," ungkapnya.
"Pemkab Bolsel berduka hari ini," tambah Iskandar.
Kepergian Marwan juga mengejutkan warga Desa Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki.
Warga mengaku sulit percaya pejabat eselon II tersebut meninggal secara tiba-tiba.
"Banyak yang kaget dan tak percaya kalau pak Kadis telah berpulang," kata Juan, salah seorang warga.
Pada Minggu malam, suasana rumah duka di Desa Molibagu mulai dipenuhi pelayat.
Pantauan TribunManado.co.id, puluhan warga dan pejabat Pemkab Bolsel datang menyampaikan belasungkawa.
Sekda M Arvan Ohy, para asisten, hingga sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemkab Bolsel terlihat mendatangi rumah duka.
Rumah duka Marwan berada di Desa Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki, sekitar 250 kilometer dari Kota Manado.
Pemakaman Marwan Makalalag direncanakan berlangsung pada Senin (7/9/2026). (Nie/Ind)