Hotspot di Tapin Kalsel Tembus 110 Titik, Terbanyak Berada di Tapin Selatan
Irfani Rahman September 07, 2026 10:48 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, saat ini masih tinggi.

Memasuki Senin (7/9/2026) pagi, jumlah titik panas atau hotspot yang terdeteksi di Kabupaten Tapin mencapai 110 titik.

Data tersebut berdasarkan Laporan Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin, Senin pukul 08.00 Wita.

Jumlah itu mengalami peningkatan dibandingkan sehari sebelumnya.

Pada Minggu (6/9/2026) malam, Pusdalops-PB BPBD Tapin mencatat sebanyak 89 titik hotspot.

Artinya, dalam kurun waktu sehari terjadi penambahan 21 titik panas di wilayah Kabupaten Tapin.

Baca juga: BREAKING NEWS- Satu Anggota BPK di Banjarmasin Tenggelam, Saat Turut Padamkam Api di Kompek DPR

Baca juga: Poster Larangan Menampung Air Hujan Beredar di WhatsApp, BMKG Kalsel Sebut Hoaks

Sebaran hotspot paling banyak berada di Kecamatan Tapin Selatan dengan 33 titik.

Kemudian Kecamatan Candi Laras Utara dengan 21 titik, Tapin Tengah 10 titik, Lokpaikat 13 titik, Bakarangan 11 titik dan Candi Laras Selatan tujuh titik.

Sementara itu, hotspot juga terdeteksi di Kecamatan Bungur sebanyak tiga titik, Tapin Utara satu titik dan Binuang satu titik.

Sedangkan Kecamatan Piani, Salam Babaris dan Hatungun pada laporan tersebut tercatat nihil hotspot.

Kondisi ini menjadi perhatian karena sejumlah wilayah Tapin masih menghadapi ancaman karhutla.

Bahkan pada Minggu (6/9/2026), tim gabungan harus berjibaku memadamkan karhutla di Desa Rumintin dan Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan.

Di Desa Rumintin, sekitar satu hektare lahan semak dan pepohonan terbakar.

Sementara di Desa Tatakan, kebakaran menghanguskan sekitar dua hektare lahan semak dan pepohonan serta berdampak pada satu kandang ayam kosong milik warga.

Pemadaman melibatkan TRC BPBD Tapin, TNI, Polri, Satpol PP dan Damkar, barisan pemadam kebakaran, perusahaan serta masyarakat.

Dalam laporan Senin pagi, Pusdalops-PB BPBD Tapin menyatakan kondisi secara umum aman dan terkendali. Tidak terdapat kejadian bencana yang dilaporkan.

Namun, tingginya jumlah hotspot membuat pemantauan tetap dilakukan.

Pusdalops-PB BPBD Tapin terus melakukan pemantauan melalui perangkat radio komunikasi repeater VHF, SMS dan WhatsApp, sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait, TRC, satgas, relawan dan masyarakat.

BPBD Tapin juga mengingatkan petugas dan masyarakat untuk terus memantau wilayah yang berpotensi terjadi karhutla serta segera melaporkan perkembangan di lapangan.

Dengan hotspot yang telah menembus tiga digit, kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api di Kabupaten Tapin masih perlu ditingkatkan.

(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.