Palebon Ibunda Rai Mantra Digelar 13 September, Dipuput 4 Sulinggih di Setra Tanjung Bungkak Bali
Putu Dewi Adi Damayanthi September 07, 2026 11:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Palebon istri mantan Gubernur Bali Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, I Gusti Ayu Badri akan digelar pada Minggu Pon Prangbakat, 13 September 2026. 

Hal itu sesuai dengan hasil rapat keluarga dan penentuan hari baik.

Pelaksanaan palebon akan digelar di Setra Tanjung Bungkak, Denpasar. 

Upacara pelebon akan berlangsung sekitar pukul 13.00 Wita, dan berlanjut nganyut ke segara Sanur. 

Baca juga: Perdana, Palebon Sulinggih di Krematorium Tyaga Margananda Karangasem, Wasiat Terakhir Sang Pandita

Sementara itu, upacara melelet atau nyiramin akan berlangsung pada Rabu 9 September 2026 bertepatan pada Buda Wage Menail yang berlangsung di Griya Sebasari. 

Kemudian pada H-1 pelebon atau 12 September 2026 akan berlangsung upacara ngajum/pengaskara memeras sekitar pukul 10.00 Wita. 

Pada saat pelebon akan dipuput 4 orang sulinggih. 

Mulai dari prosesi atetangi ngewisik, pralina pering, ngardi tirta pengarep hingga melaspas pemereman pada pagi hari dipuput Ida Pedanda Gede Ketut Peling. 

Kemudian nedunin layon dipuput oleh Ida Pedanda Gede Buruan dan nedunin layon di setra Ida Pedanda Gede Suyasa. 

Lanjut Ngereka Puspa dipuput oleh Ida Pedanda Gede Suyasa dan Ida Pedanda Jelantik Oyo. 

Proses nganyut segara dan pesucian di merajan griya dipuput oleh Ida Pedanda Gede Ketut Peling.

I Gusti Ayu Badri, istri dari mendiang mantan Gubernur Bali Prof. Ida Bagus Mantra sekaligus ibunda dari anggota DPD RI, IB Rai Dharmawijaya Mantra berpulang di usai 97 tahun.

Gusti Ayu Badri berpulang pada Sabtu 5 September 2025, pukul 14.00 Wita, di Rumah Sakit Bali Royal (BROS), Denpasar.

Sebelum berpulang, paginya, sekitar pukul 10.00 Wita, Gusti Ayu Badri dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gangguan pernapasan.

Saat ini jenazah masih disemayamkan di Griya Seba Sari, Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar, Bali.

Berpulangnya almarhumah terbilang sangat cepat dan mendadak. 

Hal itu juga diakui oleh Rai Mantra yang saat ibundanya berpulang sedang ada kunjungan di Lampung dalam kapasitasnya sebagai anggota DPD RI.

"Saya ditelepon saat berada di Lampung katanya Ibu masuk rumah sakit. Setelahnya ditelepon lagi, kondisi ibu sudah membaik. Saya jadi agak lega. Tapi kemudian ditelepon lagi, katanya beliau sudah meninggal," tutur mantan Wali Kota Denpasar ini saat ditemui di kediamannya.

Mendengar kabar itu, ia segera memesan tiket dan terbang ke Bali.

Hari ini, rencananya dirinya ada kunjungan ke Ternate, namun ia batalkan.

Menurut Rai Mantra, beberapa hari sebelum menghembuskan napas terakhir, kondisi kesehatan almarhumah sempat diperiksa dan dinyatakan baik.

"Kalau sakit, memang sebenarnya tiga sampai empat hari sebelum beliau meninggal itu kita check up segala macam, nah hasilnya bagus. Cuma ya memang makannya agak kurang. Kejadian kemarin itu sangat cepat dan sangat mendadak, nafasnya agak sesak, ya akhirnya meninggal karena mungkin faktor usia yang sudah 97 tahun," ujarnya.

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa tidak ada diagnosis penyakit spesifik dari tim medis. 

Hasil pemeriksaan laboratorium terakhir empat hari sebelum beliau berpulang pun menunjukkan hasil yang normal.

Almarhumah memiliki lima orang anak, yakni Ida Ayu Wijayanti, Ida Bagus Putra Diksotama Mantra, Ida Bagus Oka Udayana (almarhum), Ida Bagus Gde Wirawibawa (almarhum), dan terakhir Rai Mantra.

Selain itu, almarhum juga meninggalkan 14 orang cucu, serta beberapa orang cicit.

Rai Mantra mengaku tak memiliki firasat apapun terkait kepergian ibunya.

Hanya saja, saat akan berangkat ke Jakarta, kemudian ke Lampung, dirinya tumben tidak pamitan.

Karena saat itu, ia berangkat pagi dan sang ibu masih tidur. 

Selain itu, malam sebelum ibunya berpulang, tidurnya sedikit gelisah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.