Update Harga Emas Hari Ini di Bogor Senin 7 September 2026, Pantau Perubahan Antam, Galeri 24, UBS
Ardhi Sanjaya September 07, 2026 11:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Harga emas hari ini, Senin (7/9/2026), dari produk Antam, Galeri 24, dan UBS, terpantau mengalami pergerakan yang bervariasi.

Emas adalah logam mulia yang kerap dipilih sebagai instrumen safe-haven atau aset aman karena kemampuannya melindungi nilai kekayaan dari inflasi.

Secara sederhana, inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus dalam periode waktu tertentu.

Pergerakan harga emas di pasar global (XAU/USD) pun bersifat dinamis karena berbagai faktor mulai dari kebijakan ekonomi, kondisi geopolitik dunia, nilai tukar dolar AS, hingga permintaan pasar.

Dilansir dari logammulia.com, Senin pagi pukul 09.00 WIB, harga emas Antam 1 gram yang semula Rp2.640.000 mengalami penurunan dengan nilai yang tipis menjadi Rp2.637.000.

Sementara, dilansir dari galeri24.co.id, harga emas Galeri 24 1 gram terpantau stabil di angka 2.587.000.

Begitu pula dengan harga emas UBS yang ada di sistem Galeri 24 yakni Rp2.630.000.

Berikut daftar harga emas hari ini selengkapnya:

Harga Emas Antam

0,5 gram Rp1.368.500

1 gram Rp2.637.000

2 gram Rp5.214.000

3 gram Rp7.796.000

5 gram Rp12.960.000

10 gram Rp25.865.000

25 gram Rp64.537.000

50 gram Rp128.995.000

100 gram Rp257.912.000

250 gram Rp644.515.000

500 gram Rp1.288.820.000

1000 gram Rp2.577.600.000

Harga Emas Galeri 24

0,5 gram Rp1.357.000

1 gram Rp2.587.000

2 gram Rp5.111.000

5 gram Rp12.683.000

10 gram Rp25.299.000

25 gram Rp62.906.000

50 gram Rp125.711.000

100 gram Rp251.299.000

250 gram Rp626.703.000

500 gram Rp1.253.404.000

1000 gram Rp2.506.808.000

Harga Emas UBS

0,5 gram Rp1.422.000

1 gram Rp2.630.000

2 gram Rp5.219.000

5 gram Rp12.897.000

10 gram Rp25.658.000

25 gram Rp64.018.000

50 gram Rp127.773.000

100 gram Rp255.446.000

250 gram Rp638.426.000

500 gram Rp1.275.353.000

Emas sebagai Pilihan Instrumen Jangka Panjang

Biaya pendidikan yang terus meningkat dari tahun ke tahun membuat masyarakat perlu memikirkan cara menyimpan dana yang tidak sekadar aman, tetapi juga mampu menjaga nilainya. 

Kepala Bagian Pemasaran dan Penjualan Pegadaian Kanwil X Bandung, Anggi Andriani Puji Lestari, mengatakan investasi emas dinilai masih menjadi salah satu pilihan yang relevan untuk mempersiapkan kebutuhan jangka panjang, mulai dari biaya sekolah hingga dana haji.

Dikatakan Anggi, emas memiliki karakteristik yang mampu mengikuti laju kenaikan harga atau inflasi. 

Oleh sebab itu, menyiapkan dana pendidikan dalam bentuk emas dinilai lebih menguntungkan dibandingkan hanya menyimpannya dalam bentuk uang tunai.

"Kalau uang Rp100 juta hanya disimpan di rekening selama 20 tahun, nilainya tetap Rp100 juta. Sementara biaya kuliah bisa naik dua sampai tiga kali lipat. Itu sebabnya daya beli uang akan berkurang," ucapnya, kepada Tribunjabar.id, Senin (13/7/2026). 

Berbeda jika dana tersebut dikonversi menjadi emas. Menurutnya, nilai emas cenderung ikut meningkat dalam jangka panjang sehingga daya belinya tetap terjaga ketika dana tersebut digunakan di masa depan.

"Bila Rp100 juta dibelikan emas, misalnya mendapat sekitar 50 gram, nanti ketika 20 tahun lagi harga emas akan mengikuti kenaikan nilainya. Itu yang membuat emas cocok untuk kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan," ujarnya.

Selain pendidikan, emas juga dinilai tepat untuk mempersiapkan dana pelunasan haji, membeli rumah, kendaraan hingga dana pensiun. 

Menurut Anggi, kenaikan harga barang akibat inflasi menjadi alasan utama masyarakat perlu menyimpan kekayaannya dalam bentuk aset yang nilainya terus bertumbuh.

Dia mencontohkan, dahulu uang Rp100 ribu mampu membeli banyak kebutuhan, sedangkan saat ini jumlah barang yang didapat jauh lebih sedikit.

Fenomena ini menunjukkan daya beli uang terus menurun seiring waktu.

"Emas menjaga nilai kekayaan kita. Jadi bukan hanya menyimpan uang, tetapi menjaga kemampuan membeli di masa depan," katanya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.