Jenis Masker untuk Abu Vulkanik, N95 Bisa Menyaring Partikel Kecil
Ardhi Sanjaya September 07, 2026 11:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkap jenis masker yang dianjurkan untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi. 

Saat ini, sejumlah gunung berapi di Indonesia mengalami peningkatan aktivitas vulkanik hingga erupsi.

Kemenkes pun mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk tetap waspada dan membatasi aktivitas di luar ruangan. 

Imbauan tersebut penting dilakukan karena paparan abu vulkanik dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. 

Selain dapat terhirup, abu vulkanik juga berisiko menyebabkan iritasi pada mata dan gangguan pada kulit. 

Karena itu, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan alat perlindungan diri yang tepat, termasuk masker. 

Lantas, jenis masker apa yang dianjurkan untuk melindungi diri dari abu vulkanik?

Melalui akun Instagram resminya, Kemenkes mengungkap dua jenis masker yang dianjurkan untuk melindungi diri dari abu vulkanik sebagai berikut:

1. Masker N95
 
Kemenkes menganjurkan penggunaan masker N95 bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik.

Masker ini dapat digunakan ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan saat kondisi wilayah masih terdampak sebaran abu vulkanik.

2. Masker Medis

Selain masker N95, masker medis juga dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan.

Masyarakat dapat menggunakan masker medis ketika beraktivitas di luar ruangan untuk membantu mengurangi paparan abu vulkanik.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika sebaran abu vulkanik cukup tinggi.

  • 10 Tips Lindungi Diri dari Abu Vulkanik

Kemenkes juga membagikan 10 tips lindungi diri dari abu vulkanik sebagai berikut:

1. Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika sebaran abu vulkanik sedang tinggi.

Jika harus beraktivitas di luar rumah, gunakan alat perlindungan diri yang sesuai untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

2. Gunakan Kacamata

Masyarakat dianjurkan menggunakan kacamata untuk mencegah abu masuk ke mata yang dapat menyebabkan iritasi.

3. Bersihkan Tubuh Setelah Terpapar Abu

Jika terkena debu atau abu vulkanik, segera bersihkan tubuh menggunakan air mengalir.

4. Bersihkan Abu di Lingkungan Rumah

Abu vulkanik yang menumpuk di sekitar rumah perlu dibersihkan secara berkala, termasuk pada atap, halaman, dan saluran air.

Saat membersihkan abu, masyarakat tetap perlu memperhatikan perlindungan diri agar tidak terlalu banyak terpapar abu vulkanik.

5. Hati-hati Saat Berkendara

Abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati ketika berkendara.

Jika kondisi abu cukup pekat dan mengganggu jarak pandang, sebaiknya batasi perjalanan dan utamakan keselamatan.

6. Gunakan Masker 

Masker perlu digunakan ketika beraktivitas di luar ruangan. 

Hal ini penting untuk membantu mencegah abu vulkanik terhirup dan mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan.

7. Cuci Tangan dan Wajah Menggunakan Sabun

Masyarakat dianjurkan mencuci tangan dan wajah menggunakan sabun untuk membantu melindungi kulit dari paparan abu.

8. Perbanyak Minum Air Putih

Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu menjaga kondisi tubuh selama berada di wilayah terdampak abu vulkanik.

9. Hindari Membakar Sampah

Hindari membakar sampah atau bahan lain yang dapat memperburuk kondisi udara.

10. Segera ke Fasilitas Kesehatan Jika Mengalami Gejala

Jika mengalami gejala gangguan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik, masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

Masyarakat juga perlu terus memantau perkembangan informasi resmi mengenai aktivitas gunung berapi dan kondisi sebaran abu vulkanik di wilayah masing-masing.

(Tribunnews.com/Nurkhasanah)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.