Dua Kali Diuji BMKG, Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Tak Sampai ke Babel
Hendra September 07, 2026 11:40 AM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - ABU vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi di kawasan Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (6/9). 

Kepastian itu diperoleh setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir melakukan pemeriksaan paper test sebanyak dua kali pada hari yang sama. 

Pemeriksaan kembali dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB untuk memastikan kondisi terbaru. Kertas pengujian dibiarkan selama 30 menit sebelum diperiksa. 

“Berdasarkan hasil paper test terakhir jam 13.00 yang dilakukan selama 30 menit sampai 13.30, hasilnya negatif. Jadi, dari hasil negatif ini bisa disimpulkan bahwa belum terdapat adanya sebaran debu vulkanik di wilayah Bandara Depati Amir,” kata Annisa kepada Bangkapos.com, Minggu. 

“Jadi, ada kertas hitam seperti ini. Nah, dari sini kita taruh di area terbuka, di sekitaran yang dekat wilayah runway. Setelah itu kita diamkan di situ selama 30 menit,” jelasnya. 

Dengan dua hasil pemeriksaan yang sama-sama negatif, hingga pengujian terakhir belum ditemukan sebaran abu vulkanik di kawasan Bandara Depati Amir maupun Pangkalpinang dan sekitarnya. 

Meski demikian, BMKG tetap melakukan pemantauan karena aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau telah berdampak terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah. 

Annisa mengatakan pemeriksaan lanjutan masih dimungkinkan, bergantung pada perkembangan kondisi dan arahan berikutnya, termasuk situasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). 

“Kita perlu cek lagi arahan nanti seperti apa. Mungkin akan ada tes lagi kalau misalnya kita cek dulu seperti apa kondisinya di Soetta,” katanya. 

Di sisi lain, kondisi cuaca di Bandara Depati Amir pada Minggu relatif kondusif. Cuaca terpantau cerah berawan, dengan suhu sekitar 33 derajat Celsius. Kecepatan angin berada di kisaran 11-13 knot. 

“Untuk kondisi cuaca pada umumnya di Bandara Depati Amir sendiri terlihat cerah berawan, belum ada potensi hujan untuk sampai saat ini,” ujar Annisa.

Meski kondisi cuaca mendukung penerbangan, abu vulkanik tetap menjadi perhatian karena berisiko mengganggu mesin pesawat jika masuk ke dalamnya. 

“Sebenarnya aman, cuma kalau misalnya terdapat sebaran abu vulkanik itu yang cukup berbahaya,” katanya. 

Dampak erupsi Anak Krakatau tetap dirasakan di Bandara Depati Amir melalui konektivitas penerbangan dengan Soetta. 

Sebanyak 10 penerbangan rute Jakarta-Pangkalpinang dan Pangkalpinang-Jakarta dibatalkan pada Minggu. 

General Manager Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Muhamad Haekal, menegaskan pembatalan tersebut bukan karena adanya abu vulkanik di Bandara Depati Amir. 

“Di Depati Amir tidak terdampak, tapi karena dari dan ke Soekarno-Hatta, dari ke Pangkalpinang tentunya kena dampak,” kata Haekal. 

Sementara penerbangan dari Palembang menuju Pangkalpinang dan penerbangan lanjutan menuju Tanjung Pandan masih dapat beroperasi, meski mengalami sedikit keterlambatan.

Operasional Bandara Depati Amir selanjutnya masih dipantau dengan mempertimbangkan perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau, kondisi ruang udara, serta informasi penerbangan melalui NOTAM. (t2) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.