BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Indonesia, 18 Provinsi Terdampak
Isvara Savitri September 07, 2026 12:22 PM

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia pada periode awal hingga pertengahan September 2026.

Peringatan tersebut berkaitan dengan fenomena Fase Perigee pada 7 September 2026 dan Fase Bulan Baru pada 11 September 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut.

Berdasarkan pemantauan data water level dan prediksi pasang surut, kondisi tersebut dapat memicu banjir pesisir di sejumlah wilayah Indonesia.

BMKG menyebut potensi banjir rob dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat di kawasan pesisir dan pelabuhan.

Aktivitas yang berpotensi terdampak antara lain kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman pesisir, tambak garam, serta perikanan darat.

Sulawesi Utara Tidak Masuk Daftar Wilayah Potensi Rob

Dalam daftar wilayah yang dikeluarkan Direktorat Meteorologi Maritim BMKG, Sulawesi Utara tidak termasuk wilayah yang disebut berpotensi mengalami banjir pesisir atau rob pada periode peringatan ini.

Daftar wilayah yang tercantum meliputi pesisir Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Maluku.

Dengan demikian, berdasarkan rilis khusus banjir rob BMKG tersebut, wilayah pesisir Sulawesi Utara termasuk Kota Manado dan Kota Bitung tidak disebut sebagai wilayah yang berpotensi terdampak rob.

Meski demikian, kondisi cuaca di Sulawesi Utara tetap perlu diperhatikan.

Dalam informasi potensi cuaca ekstrem BMKG untuk periode 6–8 September 2026, Sulawesi Utara tercatat sebagai salah satu provinsi yang perlu mewaspadai angin kencang.

CUACA - Ilustrasi cuaca di Kota Manado, Sulawesi Utara. BMKG menyebut sejumlah wilayah berpotensi angin kencang hari ini.
CUACA - Ilustrasi cuaca di Kota Manado, Sulawesi Utara. BMKG menyebut sejumlah wilayah berpotensi angin kencang hari ini. (Tribun Manado/Isvara Savitri)

Artinya, masyarakat pesisir Sulawesi Utara tidak perlu mengaitkan secara langsung peringatan banjir rob tersebut dengan kondisi di daerahnya, tetapi tetap perlu mengikuti perkembangan informasi cuaca dan kelautan terbaru dari BMKG.

Daftar Wilayah yang Berpotensi Mengalami Banjir Rob

Berikut wilayah dan periode potensi banjir pesisir yang tercantum dalam rilis BMKG:

Aceh

  • Pesisir Bireun: 5–9 September 2026
  • Pesisir Lhokseumawe: 5–14 September 2026

Sumatera Utara

  • Pesisir Medan Belawan, Pesisir Medan Labuhan, Pesisir Medan Marelan: 10-16 September 2026

Riau

  • Rokan Hilir, Pesisir Dumai, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir: 12 September dan 14 September 2026

Kepulauan Riau

  • Pesisir Anambas: 5–10 September 2026

Sumatera Barat

  • Pesisir Kota Padang, Pesisir Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan, Pesisir Kabupaten Agam, Pesisir Kabupaten Pasaman Barat, Pesisir Kepulauan Mentawai meliputi Pulau Pagai, Siberut, dan Sipora: 8–12 September 2026

Jambi

  • Pesisir Tanjung Jabung Barat dan Pesisir Tanjung Jabung Timur: 5–6 September 2026

DKI Jakarta

  • Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Kalibaru, Muara Angke, Penjaringan: 5–7 September 2026

Jawa Barat

  • Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang: 5–7 September 2026
  • Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran: 13–15 September 2026

Jawa Tengah

  • Pesisir Selatan Cilacap: 13–15 September 2026
  • Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Jepara: 6–10 September 2026
  • Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang: 7–10 September 2026

Jawa Timur

  • Pesisir Surabaya Barat, termasuk Kalianak dan Krembangan: 6–13 September 2026
  • Pesisir Banyuwangi: 12 September 2026

Bali

  • Pesisir Selatan Bali, meliputi Gianyar, Badung, Denpasar, Tabanan, Klungkung, dan Jembrana: 11–17 September 2026

Nusa Tenggara Barat

  • Pesisir Lembar, Bima: 5–17 September 2026

Nusa Tenggara Timur

  • Pesisir Pulau Sumba, Pesisir Pulau Flores–Alor, Pesisir Pulau Timor–Rote, Pesisir Sabu–Raijua: 6–13 September 2026

Kalimantan Utara

  • Perairan Tarakan: 11–14 September 2026

Kalimantan Selatan

  • Barito Kuala, Banjar, Banjarmasin, Tanah Laut: 6–10 September 2026
  • Kotabaru dan Tanah Bumbu: 10–17 September 2026

Kalimantan Tengah

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Selamanya Kini dan Nanti - Rony Parulian - Kunci D

Baca juga: Gempa Terkini di Labuan Bajo NTT Siang Ini Senin 7 September 2026, Berikut Info BMKG

  • Kumai, Pantai Lunci, Kuala Jelai: 5–13 September 2026
  • Kuala Pembuang, Sampit, Kapuas: 5–12 September 2026

Kalimantan Barat

  • Sebagian kecil bantaran Sungai Kapuas: 6–11 September 2026

Maluku

  • Pesisir Ambon: 5–7 September 2026
  • Pesisir Maluku Tengah: 5–10 September 2026
  • Kepulauan Kei, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar: 5 September 2026

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang masuk dalam daftar potensi banjir pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan muka air laut maksimum.

Masyarakat juga diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG serta menghubungi kantor BMKG terdekat apabila membutuhkan informasi lebih lanjut.

BMKG juga memprakirakan kondisi perairan Utara Sulawesi Utara pada 6–9 September 2026, dengan tinggi gelombang dalam informasi yang tersedia berada pada kategori rendah sekitar 0,6–0,9 meter pada sejumlah periode pengamatan.

Karena itu, masyarakat pesisir Sulawesi Utara tetap disarankan memantau informasi resmi BMKG, terutama apabila melakukan aktivitas di laut, pelabuhan, maupun kawasan pesisir.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.