TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Ayah Mozza Axillia Gunarsa, Singgih Gunarsa, menceritakan momen saat menerima kabar dari kepolisian bahwa putrinya, Mozza Axillia Gunarsa telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Ia mengaku, sangat sedih saat pertama kali mendengar kabar tersebut.
Sebab, harapan keluarga selama ini adalah Mozza dapat kembali dalam keadaan selamat dan sehat.
Namun, kenyataan yang diterima justru sebaliknya.
Penantian panjang untuk bisa kembali berkumpul dengan putrinya akhirnya pupus dan diselimuti suasana duka.
"Kami sedih sekali kehilangan putri kami yang sangat kami harapkan. Tapi, setidaknya dia bisa pulang, berkumpul kembali walau di tempat yang berbeda.
Setidaknya dia ada di sini," ungkapnya, saat ditemui di kediamannya, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (7/9/2026).
Baca juga: Update Harga BBM Pertamina Terbaru Senin 7 September 2026, Pertamax Turbo Kini Lebih Mahal
Singgih mengaku, terkejut saat melihat kondisi Mozza di rumah sakit.
Pasalnya, terakhir kali Mozza berpamitan, putrinya masih dalam kondisi seperti biasa. Ia pun berusaha menerima kenyataan tersebut.
"Kaget pasti. Dia pamit terakhir dia masih seperti itu.
Tiba-tiba ketemu lagi dengan kondisi seperti itu. Tapi, kita harus terima karena kembali ke yang kuasa.
Miliknya kita harus ikhlas, terima.
Manusia iklas tetap kita sangat kehilangan," tuturnya.
Singgih menceritakan dirinya mendapat kabar soal putrinya yang sudah ditemukan dari temannya yang bekerja di kepolisian. Ia mendapat kabar tersebut Jumat (4/9/2026).
"Dapat kabar dari teman saya yang bekerja di kepolisian soal putri saya ketemu, tapi sudah meninggal.
Saat itu sedang di tempat kerja dengan istri.
Kita tenangin pelan-pelan.
Kita pulang, kemudian akhirnya ke RS Bhayangkara.
Saya ke posko resmob dulu.
Kemudian, saya ke Semarang diantar Polres Semarang," tutur Singgih.
Di RS Bhayangkara, ia bersama istri dan anaknya menjalani pengenalam barang bukti dan pencocokan DNA untuk mengetahui kerangka yang ditemukan di lereng tol wilayah Jangli adalah benar Mozza.
Dari sejumlah barang bukti yang diperlihatkan kepolisian, Singgih semakin meyakini kerangka yang ditemukan merupakan putrinya, Mozza.
Keyakinan itu muncul setelah ia melihat foto barang bukti bersama kerangka tersebut.
Hal itu juga diperkuat dengan keterangan pihak forensik mengenai adanya gigi yang pernah ditambal yang sesuai dengan kondisi gigi Mozza.
"DNA belum keluar, baru bisa satu sampai dua bulan lagi.
Dari pertama kali diperlihatkan barang bukti, foto bajunya, jepit rambutnya, rambutnya, itu saya yakin kalau itu Mozza," tuturnya.
Ia menyebut, adiknya juga mengenali jepit rambut milik Mozza, sedangkan sang ibu mengenali pakaian yang memiliki resleting di bagian bawah.
Sejak mengetahui pelaku bernama Very, dirinya sudah merasa yakin dengan sosok tersebut.
Terlebih, informasi mengenai tersangka yang menunjukkan lokasi ditemukannya jenazah semakin menguatkan keyakinannya.
"Baju masih utuh semua. Kondisinya hanya kotor saja," katanya.
Sejak polisi menetapkan pelaku bernama very, dirinya semakin yakin dengan kerangka tersebut merupakan Mozza tersebut, informasi mengenai tersangka yang menunjukkan lokasi ditemukannya jenazah semakin menguatkan keyakinannya.
"Dari awal pelaku bernama Very, saya sudah sangat yakin sekali.
Informasinya dia yang menunjukan lokasi jenazahnya, saya semakin yakin sekali," katanya. (eyf)