Dua Kapal Besar Dikerahkan ke Banyuwangi, Bantu Atasi Kemacetan Pelabuhan Ketapang
Haorrahman September 07, 2026 12:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Dua kapal berukuran besar yang disebut sebagai kapal “sapu jagad” akan tiba di perairan Banyuwangi, Selasa (8/9/2026). Kedatangan dua kapal ini menjadi bagian dari upaya mengurai kepadatan kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang.

Dua kapal tersebut adalah KMP Jatra I dan KMP Portlink 0, yang merupakan kapal milik ASDP Indonesia Ferry dan sebelumnya beroperasi di lintasan Merak-Bakauheni.

GM ASDP Ketapang Media Syahrianto mengatakan kedua kapal telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu (5/9/2026) dan dijadwalkan tiba di Banyuwangi pada Selasa.

"Telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu (5/9/2026) dan dijadwalkan tiba pada Selasa," kata Media, Senin (7/9/2026).

Kedua kapal akan ditempatkan pada lintasan berbeda. KMP Jatra I akan memperkuat layanan penyeberangan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Sementara itu, KMP Portlink 0 akan melayani lintasan Tanjung Wangi-Lembar. Pengaturan tersebut merupakan bagian dari strategi optimalisasi jaringan lintasan untuk menambah kapasitas layanan penyeberangan.

Baca juga: Macet Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Pengusaha Kapal Siap Talangi Perluasan Dermaga

Menurut Media, langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan kendaraan yang terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk, terutama ketika volume pengguna jasa meningkat.

Penguatan kapasitas dinilai penting karena pergerakan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Ketapang masih tinggi.

Berdasarkan data ASDP, sebanyak 7.197 penumpang dan 36.218 kendaraan telah menyeberang dari Pelabuhan Ketapang selama periode 31 Agustus hingga 5 September 2026.

Pada periode yang sama, dari arah sebaliknya tercatat 4.213 penumpang dan 33.810 kendaraan yang telah menyeberang.

Baca juga: Macet Parah Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Capai 20 Km, ASDP Datangkan Kapal Besar

8 Trip

Selain mendatangkan kapal tambahan, operator bersama regulator pelabuhan akan mengoptimalkan jumlah kapal yang beroperasi setiap hari. Pola operasional tersebut akan dilakukan hingga 8 trip.

Optimalisasi ini ditujukan agar kapasitas kapal yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan.

“Kami mengapresiasi kesabaran dan pengertian seluruh pengguna jasa yang terdampak kondisi ini. Kami akan terus bekerja di lapangan dan melakukan evaluasi secara berkala agar setiap kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal," ujar Media.

Kemacetan Mulai Menyusut

Sementara itu, kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang masih terjadi pada Senin (7/9/2026) pagi.

Berdasarkan pantauan sekitar pukul 10.45 WIB, ekor antrean kendaraan mulai menyusut dibandingkan hari-hari sebelumnya. Panjang antrean tersisa sekitar 4 kilometer.

Kondisi tersebut lebih pendek dibandingkan sebelumnya ketika ekor kemacetan sempat mencapai belasan kilometer.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.