Antrean Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Masih 4 Km, Gapasdap Tawarkan Perluasan Dermaga
Titis Jati Permata September 07, 2026 01:32 PM

 

SURYA.co.id, BANYUWANGI – Upaya mengurai antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, mendapat tawaran solusi dari pengusaha kapal.

Gapasdap Banyuwangi Jawa Timur menyatakan siap menalangi biaya perluasan Dermaga LCM yang dinilai bisa menambah kapasitas lintasan penyeberangan Jawa-Bali.

Tawaran tersebut muncul ketika antrean kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang masih terjadi pada Senin (7/9/2026). 

Meski demikian, kondisi kemacetan mulai membaik dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Pantauan sekitar pukul 10.45 WIB, ekor kemacetan tersisa sekitar 4 kilometer.

Sebelumnya, antrean kendaraan sempat memanjang hingga belasan kilometer.

Dermaga LCM Diusulkan Diperluas

Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi Jawa Timur Nurjatim mengatakan salah satu persoalan yang membuat kemacetan sulit terurai adalah keterbatasan kapasitas dermaga.

Menurut dia, Dermaga LCM dapat dioptimalkan dengan menyatukan area dermaga menggunakan cor beton.

Baca juga:  Antrean Truk ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Mengular 20 Km ASDP Kerahkan Kapal Besar  

Perluasan tersebut memungkinkan kapasitas lintasan bertambah dari tiga menjadi empat.

“Ini bisa menggantikan dermaga Bulusan yang saat ini tidak bisa difungsikan karena dua fender roboh ke laut dan memerlukan perbaikan,” kata Nurjatim kepada SURYa.co.id, Senin (7/9/2026).

Penambahan satu lintasan di LCM diperkirakan dapat mengakomodasi tambahan empat kapal. 
Dengan demikian, total kapal yang dapat beroperasi di dermaga tersebut bisa mencapai 13 kapal per hari.

Dermaga LCM selama ini menjadi salah satu titik penting dalam pelayanan penyeberangan, terutama bagi truk berukuran lebih dari 30 ton.

Gapasdap Siap Talangi Rp 400 Juta

Nurjatim mengatakan pihaknya siap membantu mempercepat realisasi perluasan tersebut dengan menalangi anggaran yang dibutuhkan.

Ia memperkirakan biaya perluasan Dermaga LCM mencapai sekitar Rp 400 juta.

Baca juga: Macet Lebih dari 20 Jam, Puluhan Sopir Truk Demo di Pintu Masuk Pelabuhan Ketapang

“Kami siap menalangi agar operasional penyeberangan bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Menurut Nurjatim, langkah tersebut berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap penguraian antrean kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang Jawa Timur

Hanya 23 Kapal yang Beroperasi

Keterbatasan dermaga juga berdampak pada jumlah kapal yang bisa melayani lintasan Jawa-Bali.

Nurjatim menyebut total armada yang tersedia di lintasan Jawa-Bali mencapai 56 kapal. 

Dalam kondisi normal, sekitar 28 hingga 32 kapal beroperasi setiap hari.

Namun, setelah pembangunan sepasang dermaga, jumlah kapal yang dapat beroperasi turun menjadi sekitar 23 unit per hari.

“Jadi saat ini kapal yang beroperasi hanya 40 persen saja dari jumlah unit yang ada di lintasan Jawa-Bali. Yang lain tidak bisa beroperasi karena tidak ada dermaga,” katanya.

Dua Kapal Besar Dikirim ke Banyuwangi

Selain usulan perluasan dermaga, upaya lain dilakukan dengan mendatangkan dua kapal berukuran besar atau yang biasa disebut kapal sapu jagad.

KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 milik ASDP Indonesia Ferry dijadwalkan tiba di perairan Banyuwangi Jawa Timur pada Selasa (8/9/2026).

GM ASDP Ketapang Media Syahrianto mengatakan kedua kapal tersebut telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu (5/9/2026).

“Telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu (5/9/2026) dan dijadwalkan tiba pada Selasa,” ujar Media, Senin (7/9/2026).

KMP Jatra I nantinya memperkuat pelayanan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk. Sementara KMP Portlink 0 akan melayani lintasan Tanjung Wangi-Lembar.

Menurut Media, penambahan armada tersebut merupakan bagian dari strategi optimalisasi jaringan lintasan untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus mengurangi tekanan kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Puluhan Ribu Kendaraan Menyeberang

Tingginya tekanan di lintasan Ketapang-Gilimanuk tercermin dari data pergerakan pengguna jasa.

Dalam periode 31 Agustus hingga 5 September 2026, sebanyak 7.197 penumpang dan 36.218 kendaraan tercatat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang Jawa Timur

Pada arah sebaliknya, tercatat 4.213 penumpang dan 33.810 kendaraan yang menyeberang dalam periode yang sama.

Untuk menambah kapasitas pelayanan, operator bersama regulator pelabuhan juga akan mengoptimalkan jumlah kapal yang beroperasi setiap hari dengan pola operasi hingga delapan trip.

“Kami mengapresiasi kesabaran dan pengertian seluruh pengguna jasa yang terdampak kondisi ini. Kami akan terus bekerja di lapangan dan melakukan evaluasi secara berkala agar setiap kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Media.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.