TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang, Sumatra Barat, mengalami pembatalan massal pada Senin (7/9/2026).
Langkah pencegahan ini diambil sebagai dampak penutupan Bandara Soekarno-Hatta (CGK) Jakarta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan pantauan langsung Jurnalis TribunPadang.com, Arif Ramanda di lokasi sekitar pukul 12.40 WIB, kondisi ruang tunggu terminal bandara dipadati oleh ratusan calon penumpang yang terdampak.
Sejumlah penumpang terlihat duduk berselonjor di lantai sambil memainkan telepon genggam untuk mengisi waktu.
Tidak sedikit pula warga yang memilih beristirahat dan tidur beralaskan tas atau koper mereka di area terminal demi menunggu kepastian jadwal keberangkatan.
Kendati demikian, sebagian calon penumpang lainnya memilih untuk langsung meninggalkan area bandara setelah mendapatkan kepastian mengenai pembatalan penerbangan mereka.
Baca juga: Kabut Asap Makin Tebal di Padang, DPRD Dorong Sekolah Siapkan Opsi Belajar dari Rumah
Salah satu calon penumpang pesawat Super Air Jet rute Padang–Jakarta, Alif, mengungkapkan kekecewaannya saat ditemui di lokasi.
Ia mengaku sudah menanti di area terminal bandara selama kurang lebih tiga jam tanpa kepastian yang jelas sebelum akhirnya pengumuman pembatalan dikeluarkan.
Alif menjelaskan bahwa dirinya dijadwalkan terbang menuju Jakarta pada pukul 13.00 WIB untuk urusan pekerjaan.
Tiket perjalanan tersebut dibiayai oleh tempatnya bekerja, sehingga ia memilih untuk tetap menunggu informasi resmi mengenai penerbangan susulan.
Ia menambahkan, opsi penjadwalan ulang (reschedule) bukanlah masalah baginya asalkan tetap bisa diberangkatkan pada hari yang sama, termasuk jika harus terbang pada penerbangan malam.
Namun, apabila maskapai membatalkan seluruh jadwal untuk hari ini, ia berencana segera berkoordinasi dengan pihak perusahaan agar pekerjaannya di Jakarta tidak terbengkalai.
Baca juga: 2 Bulan Ditahan, Yogi Terdakwa Kasus Telekomunikasi Mentawai Dapat Penangguhan
Kondisi berbeda ditunjukkan oleh Hani, yang juga merupakan calon penumpang penerbangan Super Air Jet rute Padang menuju Jakarta.
Setelah mendengar kabar pembatalan penerbangan, Hani memilih untuk langsung mengurus proses pengembalian dana (refund) tiket.
Ia menilai keputusan tersebut paling realistis mengingat bencana alam seperti erupsi gunung berapi tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir.
Apalagi, tujuan utamanya berlibur ke Jakarta tidak menuntut jadwal yang terburu-buru, sehingga ia memilih untuk menunda perjalanannya hingga situasi kembali aman.
Branch Communication & CSR Department Head InJourney Airports Bandara Internasional Minangkabau, Feni Lindriany, mengonfirmasi gangguan operasional penerbangan tersebut.
Baca juga: Bolak-balik ke Bandara Minangkabau Malah Batal Terbang, Penumpang: "Capek, tapi Ini Musibah,”
Berdasarkan data pembaruan resmi hingga pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 28 jadwal penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau terpaksa dibatalkan.
Rincian pembatalan tersebut mencakup 14 penerbangan kedatangan (arrival) dan 14 penerbangan keberangkatan (departure).
Airlines yang terdampak pembatalan penerbangan rute Jakarta dan Halim Perdanakusuma meliputi Lion Air, Citilink Indonesia, Pelita Air, Super Air Jet, Garuda Indonesia, hingga Batik Air.
Meski demikian, Feni menambahkan bahwa penerbangan ke rute-rute non-terdampak masih tetap beroperasi.
Tercatat ada 17 penerbangan yang tetap berjalan normal pada hari tersebut, yang terdiri dari 8 penerbangan kedatangan dan 9 penerbangan keberangkatan untuk rute seperti Kuala Lumpur, Gunung Sitoli, Kualanamu, Batam, hingga Jeddah. (*)