TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau memicu gangguan signifikan pada moda transportasi udara nasional.
Penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) melalui penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) berimbas langsung pada jadwal penerbangan di daerah, termasuk di Provinsi Sumatera Barat.
Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang berlokasi di Padang Pariaman mencatat puluhan jadwal penerbangan terdampak pada awal pekan ini.
Sebagian besar rute yang menghubungkan Sumatera Barat dengan kawasan Jabodetabek terpaksa dibatalkan demi menjamin keselamatan angkutan udara.
Kepastian mengenai pembatalan puluhan penerbangan tersebut disampaikan langsung oleh manajemen pengelola bandara setempat.
Baca juga: Penerbangan Batal, Penumpang Asal Baso Harus Bolak-balik ke BIM, Ongkos Bertambah
Pihak pengelola terus memantau dinamika pergerakan abu vulkanik guna mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.
Branch Communication & CSR Department Head InJourney Airports Bandara Internasional Minangkabau, Feni Lindriany, mengonfirmasi kondisi operasional terkini di wilayah kerjanya.
Informasi resmi ini disampaikan seiring dengan pembaruan data lalu lintas udara akibat penutupan ruang udara di sekitar Jakarta.
Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 12.00 WIB, tercatat puluhan jadwal penerbangan terpaksa tidak dapat beroperasi.
Total penerbangan yang mengalami pembatalan mencapai 28 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Minangkabau.
Baca juga: Bolak-balik ke Bandara Minangkabau Malah Batal Terbang, Penumpang: "Capek, tapi Ini Musibah,”
Jumlah penerbangan yang batal tersebut terbagi secara merata untuk pergerakan pesawat. Pihak otoritas merinci ada 14 penerbangan kedatangan (arrival) serta 14 penerbangan keberangkatan (departure) yang terdampak keputusan ini.
Hampir seluruh maskapai nasional yang melayani rute menghubungkan Padang dengan Jakarta dan Halim Perdanakusuma membatalkan jadwal mereka.
Maskapai seperti Lion Air, Citilink Indonesia, Pelita Air, Super Air Jet, Garuda Indonesia, hingga Batik Air menghentikan sementara operasional rute tersebut.
Pembatalan ini mencakup penerbangan yang dijadwalkan beroperasi sejak pagi hingga malam hari.
Langkah tegas ini diambil mengingat risiko bahaya material abu vulkanik terhadap mesin dan instrumen navigasi pesawat terbang.
Baca juga: Kabut Asap Selimuti Padang, Kualitas Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Di tengah pembatalan masif rute Jabodetabek, sebagian pergerakan pesawat di Bandara Internasional Minangkabau dilaporkan masih berjalan normal. Penerbangan yang tetap beroperasi umumnya melayani rute regional non-Jakarta serta jalur internasional.
Manajemen BIM mencatat ada 17 penerbangan yang tetap menjalankan operasional sesuai jadwal (operate flight). Rincian penerbangan yang beroperasi tersebut terdiri dari 8 jadwal kedatangan dan 9 jadwal keberangkatan.
Sejumlah penerbangan domestik antar-kota seperti rute Batam (BTH), Kualanamu (KNO), Gunung Sitoli (GNS), hingga Lhokseumawe (LXD) terpantau masih beroperasi. Keberangkatan penerbangan jarak jauh menuju Jeddah (JED) juga tetap dilayani sesuai jadwal yang ditentukan.
Selain rute domestik non-Jakarta, layanan penerbangan internasional menuju Kuala Lumpur (KUL) juga tidak terdampak penutupan Bandara Soekarno-Hatta.
Beberapa maskapai seperti AirAsia dan Lion Air tetap mengudara untuk menghubungkan Padang dengan Malaysia.
Baca juga: Update Harga TBS Sawit Pasaman Barat Tembus Rp 4.005 per Kg, Cek Daftarnya di Sini
Pihak otoritas bandara bersama pemangku kepentingan terkait terus berkoordinasi ketat untuk mengawasi pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pemantauan intensif dilakukan untuk memastikan ruang udara di sekitar Minangkabau tetap aman bagi penerbangan yang masih beroperasi.
Para calon penumpang yang jadwal penerbangannya terdampak diimbau untuk segera menghubungi pihak maskapai masing-masing.
Langkah ini penting guna mendapatkan informasi terkait opsi penjadwalan ulang (reschedule), pengalihan rute, maupun proses pengembalian dana (refund).
Manajemen InJourney Airports menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada publik.
Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama di tengah kondisi darurat bencana alam ini.
Baca juga: Pemkab Dharmasraya Buka Seleksi 8 Kepala Dinas, Pendaftaran Mulai 7 September
Sebelumnya, Erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak besar terhadap aktivitas dan operasional penerbangan.
Penutupan Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdana Kusuma di Jakarta memicu pembatalan sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang, Sumatera Barat.
Suasana di area keberangkatan Bandara Internasional Minangkabau pada Senin (7/9/2026) siang diwarnai rasa kecewa dan lelah dari para calon penumpang.
Pantauan Jurnalis TribunPadang.com. Arif Ramanda sekitar pukul 11.15 WIB, sejumlah penumpang terlihat duduk melantai di area terminal sembari sibuk menghubungi jasa travel, sementara yang lainnya mengantre mengurus kejelasan tiket di loket maskapai.
Dampak erupsi tersebut dirasakan langsung oleh Ida, salah satu calon penumpang maskapai Citilink yang gagal mengudara menuju Jakarta.
Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini, BMKG Catat Kabut Asap hingga Hujan Ringan
Ida sedianya dijadwalkan terbang menuju Jakarta pada pukul 14.10 WIB. Meski sudah mengantongi informasi mengenai penutupan Bandara Soekarno-Hatta sejak sehari sebelumnya, ia tetap membulatkan tekad datang ke bandara sejak pukul 10.00 WIB.
Ia sempat berharap kondisi penerbangan pada siang hari sudah kembali normal dan aman untuk dilalui.
Namun, setibanya di BIM, harapannya pupus setelah pihak maskapai mengabarkan bahwa jadwal terbangnya terpaksa di-reschedule kembali.
Kejadian ini membuat Ida terpaksa memboyong anaknya untuk kembali ke rumah mereka di kawasan Baso.
Selain menyita waktu dan tenaga, keputusan ini membuat pengeluarannya membengkak akibat ongkos transportasi bolak-balik.
Pengalaman serupa dialami oleh Ani, calon penumpang maskapai Super Air Jet yang seharusnya berangkat pada Senin pagi pukul 08.15 WIB.
Ani menuturkan bahwa penerbangannya pada hari Minggu kemarin sebenarnya sudah dibatalkan dan digeser ke hari Senin. Namun, saat tiba di bandara hari ini, rute penerbangan Padang-Jakarta yang akan ia tumpangi tetap tidak bisa beroperasi.
Lantaran tak kunjung mendapatkan kepastian penerbangan, Ani akhirnya memutuskan untuk mengajukan proses pengembalian dana (refund) tiket.
Ia kini harus bersabar menunggu proses pengembalian uang tiket yang diperkirakan memakan waktu hingga 14 hari kerja.
Meski merasa lelah karena harus terus-menerus bolak-balik ke bandara sejak Minggu, Ani mengaku hanya bisa pasrah menghadapi situasi ini sebab pembatalan terjadi akibat faktor alam yang tidak dapat diprediksi. (*