Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, TOUNA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Bongka Koi, Kecamatan Ulunyo, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah, Jumat (4/9/2026).
Kondisi lahan yang kering membuat api cepat menjalar sehingga personel Brimob, petugas pemadam kebakaran (Damkar), Bhabinkamtibmas dan warga turun langsung melakukan pemadaman.
Personel Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulteng dipimpin Danki 3 Batalyon B Pelopor, AKP Bakhdar, bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi adanya kebakaran.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyisiran dan pemadaman pada bagian lahan yang terbakar.
“Begitu mendapat informasi, personel langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman bersama Damkar dan masyarakat,” kata AKP Bakhdar dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, kondisi lahan yang kering menjadi salah satu faktor yang membuat api mudah menyebar.
“Yang menjadi perhatian adalah kondisi lahan yang kering. Karena itu, kami berupaya agar api tidak menjalar ke area lainnya,” ujarnya.
Baca juga: Program Insentif Pajak di Palu Berakhir: Samsat Tembus Rp 13,7 Miliar, 18 Ribu Kendaraan Disertakan
Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan mengerahkan peralatan yang tersedia. Warga turut membantu petugas dalam proses pemadaman, terutama pada bagian lokasi yang sulit dijangkau.
Petugas juga menyisir area sekitar titik kebakaran untuk memastikan tidak ada bara yang masih menyala.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali membesar setelah proses pemadaman selesai.
AKP Bakhdar mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi lahan dan vegetasi dalam keadaan kering.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Kondisi kering seperti ini membuat api lebih cepat merambat,” katanya.
Kolaborasi antara Brimob, Damkar, Bhabinkamtibmas dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan karhutla di wilayah tersebut.
Petugas memastikan pemantauan tetap dilakukan di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. (*)