ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 24.498 lembar masker disebarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kepada masyarakat.
Pembagian ini dilakukan sebagai langkah pemerintah untuk melindungi warga dari dampak kabut asap kiriman yang menyelimuti wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Anambas, Rovaniyadi mengatakan, pembagian masker merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang tidak baik.
Menurutnya, kabut asap yang melanda Anambas merupakan kiriman dari wilayah Kalimantan.
Jarak terdekat dari Anambas ke daratan Kalimantan, khususnya wilayah Kalimantan Barat adalah sekitar 550 hingga 580 kilometer.
Kondisi kabut asap di Anambas ini membuat masyarakat perlu meningkatkan perlindungan, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan.
"Ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat. Karena kondisi udara kita saat ini tidak baik akibat kabut asap kiriman dari Kalimantan," kata Rovaniyadi kepada TRIBUNBATAM.id, Senin (7/9/2026).
Ia menjelaskan, masker yang dibagikan BPBD merupakan stok yang tersisa dari masa pandemi Covid-19.
Sebagian besar masker tersebut berbahan kain dan tidak memiliki batas kedaluwarsa seperti masker medis sekali pakai.
"Masker yang kita bagikan ini merupakan peninggalan saat Covid-19. Mayoritas masker kain dan memang tidak ada masa expired-nya," ujar Rovaniyadi.
Pembagian masker dilakukan secara merata di 10 kecamatan di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kecamatan Siantan mendapatkan alokasi terbanyak dengan 7.089 masker.
Selanjutnya, Kecamatan Palmatak menerima 3.809 masker, Kecamatan Jemaja 2.827 masker, Kecamatan Siantan Tengah 1.987 masker, Kecamatan Kute Siantan 1.914 masker dan Kecamatan Siantan Timur sebanyak 1.880 masker.
Kemudian Kecamatan Jemaja Timur mendapatkan 1.525 masker, Kecamatan Siantan Selatan 1.443 masker, Kecamatan Siantan Utara 1.266 masker dan Kecamatan Jemaja Barat sebanyak 758 masker.
Rovaniyadi mengatakan, dari total 24.498 masker tersebut, pembagiannya juga disesuaikan dengan kelompok masyarakat yang dinilai membutuhkan perlindungan lebih saat kondisi udara memburuk.
"Dari 24 ribu masker ini kita pecah lagi. Untuk kebutuhan masyarakat umum dialokasikan 8 ribu masker, kemudian untuk TK sebanyak 3.600, SD 6.646, SMP 3.377 dan SMA 2.875 masker," ucapnya.
Ia menambahkan, pelajar menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan perhatian dalam pembagian masker tersebut.
Masker diharapkan digunakan ketika siswa harus beraktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih terjadi.
Rovaniyadi mengimbau masyarakat tidak menganggap sepele kondisi kabut asap.
Warga diminta mematuhi kebijakan dan imbauan pemerintah, termasuk menggunakan masker saat berada di luar rumah serta mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kondisi udara semakin buruk.
"Intinya kita mengimbau masyarakat untuk tetap patuh dengan kebijakan yang dibuat pemerintah. Ini semua untuk menjaga kesehatan masyarakat, karena kabut asap dapat berdampak terhadap kesehatan, salah satunya meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," tegasnya.
Ia berharap pembagian masker tersebut dapat membantu masyarakat mengurangi dampak buruk kabut asap.
Pemerintah juga meminta warga segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata atau gangguan pernapasan lainnya selama kondisi udara tidak sehat. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)