Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan membentuk tim untuk mengawal percepatan pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memastikan pengendalian inflasi tetap terjaga.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, pembentukan tim tersebut dilakukan untuk mempelajari daerah-daerah yang mampu mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi. Hasilnya akan menjadi pembelajaran untuk mendorong daerah lain yang pertumbuhannya masih perlu ditingkatkan.
"Tadi juga kami sampaikan bahwa daerah-daerah yang mampu tumbuh tinggi ini ternyata memang mengoptimalkan potensi ekonominya, yang dari potensi kemudian mereka dorong menjadi betul-betul realisasi dari aktivitas ekonomi di daerah tersebut dengan karakteristik dan keunikan masing-masing daerah," kata Rachmat di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, pemerintah akan mempercepat berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi. Pemerintah juga mendorong percepatan belanja kementerian/lembaga serta mengatasi hambatan investasi di daerah.
"Dan tadi Bapak Mendagri mengingatkan kita melakukan percepatan belanja K/L. Kita melakukan debottlenecking investasi karena selama ini investasi di daerah ada beberapa halangan, dan Pak Mendagri mengingatkan kita semua supaya itu dipercepat dan jangan sampai terlambat," jelas Rachmat.
Dia menyampaikan pembentukan tim tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan pertumbuhan ekonomi daerah dapat dipercepat secara berkelanjutan, sekaligus menjaga inflasi.
"Kami dari Bappenas bersama Kementerian Dalam Negeri akan membentuk tim untuk mengawal, memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah itu bisa kita percepat dan pengendalian inflasi bisa kita jaga," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut, pertumbuhan ekonomi perlu didorong agar Indonesia tidak terjebak dalam middle income trap. Menurut dia, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menggerakkan komponen utama pertumbuhan ekonomi.
"Negara-negara maju umumnya bisa keluar dari jebakan itu kalau pertumbuhan ekonominya tinggi, katakanlah double digit," kata Tito.
Tito menjelaskan, pertumbuhan ekonomi dibangun oleh empat komponen utama, yakni konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, serta selisih ekspor dan impor.
Untuk belanja pemerintah, dia juga meminta pemerintah daerah memperhatikan realisasi pendapatan dan belanja APBD. Tito bilang belanja daerah yang tinggi dapat meningkatkan peredaran uang di masyarakat sekaligus mendorong aktivitas sektor swasta.
"Kalau pendapatan tinggi belanja tinggi, maka ini akan bisa membuat uang beredar di masyarakat sekaligus menstimulasi swasta," ujar dia.