Langit Jakarta-Babel Terputus, Gegara Erupsi Gunung Anak Krakatau
Hendra September 07, 2026 11:40 AM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Rencana Sari, 71, menghadiri pelantikan cucunya di Bogor pada 9 September 2026 terancam gagal setelah penerbangan dari Pangkalpinang menuju Jakarta dibatalkan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9). 

Warga Pangkalpinang itu semula dijadwalkan terbang menggunakan Sriwijaya Air pukul 11.35 WIB. Jadwal kemudian diundur menjadi 13.30 WIB sebelum kembali ditunda hingga Senin (7/9) pukul 17.46 WIB. 

“Saya kecewa, karena sebelumnya penerbangan saya dijadwalkan pukul 11.35 WIB. Kemudian diundur menjadi pukul 13.30 WIB, tetapi ternyata kembali diundur sampai besok,” kata Sari kepada Bangkapos.com. 

Perubahan jadwal membuat sejumlah rencana ikut batal, termasuk pertemuan dengan keluarga di Jakarta, transportasi travel, dan pemesanan hotel sebelum melanjutkan perjalanan ke Bogor. 

“Saya sudah janji dengan keluarga untuk bertemu di Jakarta. Saya juga mau menghadiri pelantikan cucu di Bogor tanggal 9,” ujarnya. 

Meski kecewa, Sari memahami pembatalan tersebut dilakukan demi keselamatan. Ia berharap kondisi segera membaik agar tetap dapat menghadiri pelantikan cucunya. 

“Tapi ya meskipun kecewa mau gimana lagi, yang pasti orang bandara lebih paham mana yang terbaik untuk penumpang,” tutur Sari. 

Di Bandara Depati Amir, dampak serupa dialami Marzam (56), warga Toboali, Bangka Selatan. Ia hendak menuju Semarang dengan transit di Jakarta menggunakan Super Air Jet pukul 08.25 WIB. Setelah tiba di bandara, ia mendapat informasi penerbangannya dibatalkan dan dijadwalkan ulang tiga hari kemudian.

 “Sangat rugi lah dari rumah ke bandara ini sudah mengeluarkan biaya. Tenaga, biaya. Pas di bandara baru dapat informasi,” kata Marzam. 

Ia meminta informasi penerbangan diperbarui secara berkala serta petugas ditambah untuk melayani penumpang yang harus melakukan penjadwalan ulang. 

Gangguan juga membuat rombongan Komisi III DPRD Kabupaten Bangka tertahan di Jakarta. Mereka semula dijadwalkan terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir pukul 07.35 WIB, tetapi penerbangan dibatalkan sehingga rombongan kembali ke hotel. 

“Iya, masih di Jakarta batal terbang. Ini kami rombongan Komisi 3 balik lagi ke hotel,” kata Yudis, anggota DPRD Bangka. 

Belitung Ikut Terdampak

Gangguan penerbangan turut terjadi di Bandara H AS Hanandjoeddin, Belitung. Penerbangan domestik yang bersinggungan dengan Bandara Soekarno-Hatta mengalami pembatalan atau penyesuaian jadwal. 

General Manager Bandara H AS Hanandjoeddin, Tri Yudi Ansyari, mengatakan sedikitnya Citilink, Sriwijaya Air, dan Super Air Jet terdampak. 

“Untuk rute domestik yang bersinggungan dengan Soekarno-Hatta mengalami penyesuaian,” ujar Tri Yudi. 

Manajemen bandara berkoordinasi dengan maskapai dan membagikan air minum kepada penumpang yang masih menunggu kepastian. 

Sementara itu, penerbangan internasional Belitung-Singapura yang dilayani Scoot tetap normal. 

“Untuk penerbangan internasional tetap normal, tadi pagi pesawat tiba dan sudah kembali lagi,” katanya. 

Salah satu penumpang yang terdampak ialah Ridha Nu Syabani. Perempuan berkerudung hitam dan mengenakan jaket denim itu duduk di terminal dengan koper dan dua dus oleh-oleh setelah penerbangannya ke Jakarta dibatalkan.

Ridha hendak kembali ke Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) setelah mudik. Pembatalan tersebut membuatnya harus menunda perjalanan lanjutan dan membatalkan tiket kereta menuju Yogyakarta. 

“Saya rencananya mau ke Jakarta. Tadi pagi sampai di bandara dapat kabar pembatalan penerbangan,” katanya. 

14 Penerbangan Batal 

General Manager Bandara Depati Amir, Muhamad Haekal, mengatakan hingga Minggu sore terdapat 14 penerbangan dari dan menuju Pangkalpinang yang dibatalkan. 

Rinciannya tujuh penerbangan kedatangan dan tujuh keberangkatan pada rute Jakarta-Pangkalpinang dan sebaliknya. Pembatalan terjadi akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap jalur penerbangan dan operasional Bandara Soekarno-Hatta. 

“Sehubungan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap sebaran abu vulkanik pada jalur penerbangan serta operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tercatat sebanyak 14 penerbangan dari dan menuju Bandara Depati Amir mengalami pembatalan,” kata Haekal. 

Penerbangan terdampak berasal dari Super Air Jet, Citilink, Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, dan NAM Air. Pembatalan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan kru. 

Adapun rute Pangkalpinang-Tanjung Pandan dan Pangkalpinang-Palembang masih beroperasi. 

Menunggu Kepastian 

Operasional Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu diperpanjang tutup hingga sekitar pukul 21.30 WIB. 

Kondisi ini membuat penerbangan Jakarta-Babel belum dapat dipastikan kembali normal. 

Untuk Senin (7/9), Garuda Indonesia dan Citilink menyampaikan penghentian sementara penerbangan dari dan menuju Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Radin Inten II hingga pukul 12.00 WIB. 

“Untuk besok memang belum ada kepastian terkait kondisi bandara. Namun dua maskapai, Garuda dan Citilink, sudah menyatakan besok off untuk dari dan ke CGK, HLP, BDO, TKG sampai pukul 12.00,” kata Haekal. 

Maskapai lainnya masih menunggu perkembangan kondisi sebelum memastikan operasional penerbangan pada hari ini, Senin. (t2/riu/v1/dol)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.