- Iran kembali meningkatkan tekanan terhadap kapal perang Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz pada Minggu (6/9).
Tekanan itu meningkat usai IRGC mengklaim melancarkan serangan menggunakan rudal balistik anti-kapal.
Sasaran yang disebut adalah sebuah kapal induk dan kapal perusak milik Amerika Serikat.
Sejumlah rudal dilaporkan ditembakkan dari wilayah Iran menuju posisi kapal-kapal AS.
Rudal tersebut diklaim memiliki jangkauan hingga sekitar seribu kilometer.
Dengan kemampuan itu, kapal yang berada jauh dari pantai Iran tetap bisa dibidik.
Bukan hanya jangkauannya, kecepatan rudal juga menjadi sorotan dalam serangan tersebut.
IRGC mengklaim rudal itu mampu melaju hingga Mach-4 sampai Mach-5 mendekati sasaran.
Teheran kemudian menyebut dua kapal perang AS mengalami kerusakan akibat serangan.
Bahkan, kedua kapal tersebut diklaim meninggalkan area pertempuran setelah dihantam rudal.
Iran menyebut serangan itu merupakan balasan atas tindakan kapal AS di kawasan Hormuz.
Teheran menuding kapal-kapal tersebut mengganggu pelayaran Iran dan menjalankan blokade laut.
Ketegangan semakin besar usai Iran juga menuding AS menyerang tiga kapal tanker minyak mereka.
Serangan itu disebut menyebabkan kerusakan pada kapal-kapal tanker Iran di kawasan Teluk.
Iran kemudian mengaku membalas dengan menargetkan kapal yang dianggap berkaitan dengan AS.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat ledakan besar hingga memunculkan bola api di sekitar kapal.
Dentuman dan ledakan beruntun juga terdengar dalam rekaman tersebut.
Namun, klaim kerusakan kapal AS itu masih belum terverifikasi secara independen.
Selat Hormuz pun kembali menjadi titik panas antara Iran dan AS.