TRIBUNJAKARTA.COM - Baru keluar dari Persib Bandung, Dion Markx langsung menunjukkan kualitasnya bersama Persita Tangerang, Sabtu (5/9/2026).
Tampil sebagai starter, Dion Markx mengantarkan Persita bermain 1-1 melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik.
Penampilan tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi Dion Markx setelah meninggalkan Persib untuk mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak.
Dion Markx bergabung dengan Persita hanya beberapa hari sebelum kompetisi Super League dimulai.
Waktu adaptasinya pun sangat singkat.
Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi Carlos Pena untuk langsung memasukkan namanya ke dalam susunan pemain utama.
Pelatih Persita itu mengaku terkesan dengan apa yang diperlihatkan Dion sepanjang pertandingan.
"Hari ini, saya pikir dia menunjukkan personalitas yang bagus. Karena dia datang, seperti yang saya katakan, dengan 4 latihan," jelas Carlos Pena dalam konferensi pers di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9/2026), dilansir dari Kompas.com.
"Dengan tim. Dia datang ke Tangerang pada hari Jumat. Dan dia terlihat seperti ada bersama kita sejak mulai pramusim," tambahnya.
Kepercayaan tersebut dibayar Dion melalui penampilan solid di lini pertahanan Persita.
Ia juga mampu menjaga ketenangan meski baru pertama kali tampil dalam pertandingan resmi bersama tim barunya.
Carlos Pena menilai Dion mampu melewati tekanan debut dengan sangat baik.
Menurutnya, tidak terlihat adanya rasa gugup ataupun kesulitan berarti dalam proses adaptasi sang pemain.
"Jadi dia tidak menunjukkan kegugupan, dan tidak menunjukkan tidak ada adaptasi," ujar Pena.
Pelatih asal Spanyol tersebut bahkan memberikan apresiasi terhadap kualitas yang ditunjukkan Dion sejak dipercaya turun di pertandingan resmi.
"Saya pikir dia memiliki persembahan yang bagus. dan dia harus terus bekerja untuk menjaga tim di semua permainan," katanya.
Pena berharap penampilan perdana tersebut bukan menjadi puncak, melainkan awal dari kontribusi Dion selama memperkuat Persita.
Sebelum pindah ke Persita, Dion Markx menghadapi persaingan ketat di skuad Persib.
Lini belakang Maung Bandung dihuni sejumlah pemain, termasuk Patricio Matricardi, Gabriel Mutombo, Danijel Loncar, dan Julio Cesar di posisi bek tengah.
Untuk sektor kanan, Persib juga memiliki Sandy Walsh serta Kakang Rudianto.
Situasi tersebut membuat kesempatan bermain Dion menjadi terbatas.
Pada musim sebelumnya, pemain tersebut hanya mendapatkan kesempatan tampil satu kali di kompetisi Super League.
Pelatih Persib, Igor Tolic, kemudian menjelaskan alasan di balik keputusan meminjamkan Dion.
Menurutnya, pemain membutuhkan menit bermain agar perkembangannya tetap berjalan.
"Kami menemukan solusi baginya untuk bermain. Jika Kakang duduk di bangku cadangan dan Sandy bermain, bagi Kakang itu bukan masalah karena dia sudah punya 100 pertandingan, jadi itu bukan masalah," ujar Igor di Stadion GBLA, Kota Bandung.
Igor menilai situasi Dion berbeda dengan Kakang karena pengalaman bermain keduanya tidak berada pada titik yang sama.
"Tapi untuk Dion, jika harus duduk di belakang Sandy Walsh, itu jadi masalah karena selama satu tahun berapa banyak pertandingan yang dia dapatkan," kata Igor.
Keputusan tersebut kini mulai menunjukkan hasil.
Dion yang kesulitan memperoleh menit bermain bersama Persib justru langsung mendapat kepercayaan di klub barunya.
Baca juga: Gunakan Water Cannon, Polisi Semprot Jalan Protokol Jakarta Buat Bersihkan Paparan Abu Anak Krakatau
Baca juga: Desil Kunci Bantuan Tepat Sasaran, Ketua DPRD Jakarta Minta Pendataan Tepat
Baca juga: Jakarta Diselimuti Abu Vulkanik, Wakil Ketua DPRD Minta Dinkes Pastikan Masker Tersedia untuk Warga