SURYA.co.id, LAMONGAN – Aktivitas eksplorasi migas bakal menjangkau wilayah yang cukup luas di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
PT Pertamina EP merencanakan Survei Seismik 2D Lamturo dengan lintasan sekitar 1.611 kilometer yang tersebar di 19 kecamatan dan mencakup 238 desa.
Kegiatan tersebut bukan pengeboran minyak dan gas secara langsung. Survei dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi lapisan bawah permukaan bumi sekaligus memperkuat data terkait potensi struktur yang sebelumnya telah teridentifikasi.
Baca juga: Survei Seismik Lamturo Sasar 19 Kecamatan di Lamongan, Ini Tahapannya
Kepala Dinas Kominfo Lamongan Jawa Timur Sugeng Widodo mengatakan wilayah Lamongan menjadi salah satu area dalam rencana survei tersebut.
“Di Lamongan, wilayah yang masuk dalam daftar survei tersebar cukup luas. Ada di 19 kecamatan,” ujar Sugeng saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).
Berdasarkan materi sosialisasi Pertamina EP, wilayah Survei Seismik 2D Lamturo di Lamongan Jawa Timur meliputi:
Total terdapat 238 desa yang masuk dalam cakupan lintasan kegiatan.
Beberapa wilayah memiliki cakupan desa yang cukup banyak.
Di Kecamatan Babat misalnya, lintasan mencakup Bedahan, Babat, Banaran, Datinawong, Gembong, Gendongkulon, Bulumargi, Karangkembang, Tritunggal hingga Truni.
Sementara di Kecamatan Kedungpring, wilayah yang masuk antara lain Blawirejo, Banjarejo, Dradahblumbang, Gunungrejo, Jatidrojog, Kalen, Kandangrejo, Kedungpring hingga Warungring.
Sugeng mengatakan rincian administratif desa-desa yang masuk lintasan telah dicantumkan dalam materi sosialisasi.
Survei Lamturo mencakup wilayah Lamturo East, Central, dan West. Objek yang menjadi perhatian antara lain Formasi Kujung dan Formasi Ngrayong pada kedalaman sekitar 2.000 hingga 3.500 meter.
Survei ditujukan untuk mengurangi ketidakpastian kondisi bawah permukaan atau subsurface, khususnya terkait distribusi reservoir secara lateral, geometri closure, dan containment.
Selain itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk mengonfirmasi distribusi Oligocene build up play di tepian East Cepu High serta tren Dalaman Ngimbang dan Tinggian Cepu.
Masuknya suatu wilayah dalam lintasan survei tidak berarti Pertamina EP akan langsung melakukan pengeboran minyak atau gas di lokasi tersebut.
Survei seismik menggunakan prinsip perambatan gelombang elastik ke dalam bumi. Gelombang yang merambat kemudian dipantulkan oleh lapisan batuan bawah permukaan dan ditangkap menggunakan sensor atau geophone.
Data hasil perekaman selanjutnya diolah untuk menghasilkan gambaran struktur bawah permukaan.
Informasi tersebut menjadi salah satu bahan untuk menilai potensi keberadaan cadangan minyak dan gas bumi.
Karena itu, survei seismik masih merupakan bagian dari tahap awal eksplorasi dan belum bisa dijadikan kesimpulan bahwa cadangan migas telah ditemukan.
Pelaksanaan survei tidak hanya berupa perekaman data seismik. Berdasarkan materi sosialisasi, terdapat sejumlah tahapan yang perlu dilakukan.
Tahapan tersebut meliputi perizinan dan sosialisasi, topografi serta penyiapan lintasan, pendataan awal, drilling dan preloading, recording, pendataan akhir, pembayaran kompensasi hingga pembersihan atau reklamasi lintasan.
Sebelum kegiatan berlangsung, pelaksana juga akan mendata kondisi awal tanaman, bangunan fisik, pemilik lahan dan fasilitas yang berada di sekitar jalur survei.
“Data tersebut menjadi baseline untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan survei,” kata Sugeng.
Setelah proses perekaman selesai, dilakukan pendataan kembali untuk mengetahui kondisi tanaman maupun bangunan fisik.
Data sebelum dan sesudah kegiatan kemudian menjadi dasar evaluasi serta perhitungan kompensasi apabila ditemukan perubahan kondisi yang memenuhi ketentuan.
Dengan lintasan mencapai sekitar 1.611 kilometer dan mencakup ratusan desa, Survei Seismik 2D Lamturo menjadi salah satu agenda eksplorasi migas dengan cakupan luas di Lamongan.
Namun, hasil survei tidak otomatis berarti terdapat cadangan minyak dan gas bumi yang dapat dieksploitasi.
“Namun, hasil survei belum serta-merta berarti ditemukan cadangan minyak dan gas bumi,” ujar Sugeng.
Hasil survei nantinya menjadi data awal untuk memperjelas kondisi bawah permukaan sebelum dilakukan kajian dan penentuan tahapan eksplorasi berikutnya.