Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Bentrokan antar kelompok kembali terjadi di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (7/9/2026) dini hari, setelah lokasi tersebut disebut warga pernah beberapa kali menjadi tempat kejadian serupa.
Salah seorang warga mengatakan bentrokan antar kelompok memang pernah terjadi di kawasan tersebut. Namun, menurutnya, kejadian serupa sudah cukup lama tidak terjadi.
"Sudah lama, ini kali pertama setelah sekian lama bentrok," lanjutnya.
Bentrokan terbaru terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Dua kelompok terlibat aksi saling lempar batu di jalan.
Peristiwa tersebut sempat direkam oleh warga dan videonya beredar. Dalam rekaman terlihat sejumlah orang saling melempar batu. Beberapa di antaranya juga tampak membawa papan kayu dan bambu.
Baca juga: Siapa 2 Kelompok yang Bentrok di Polokarto Sukoharjo? Warga Sebut Berpakaian Serba Hitam
Situasi di lokasi sempat mencekam. Warga memilih bertahan di dalam rumah hingga polisi datang untuk mengamankan keadaan.
"Tadi sekitar pukul setengah satu dini hari. Saya di dalam rumah tidak berani keluar, suasana memang mencekam sebelum polisi datang," ujarnya saat ditemui TribunSolo.com, Senin (7/9/2026).
Akibat bentrokan tersebut, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Atap rumah berbahan genteng pecah setelah terkena lemparan batu. Beberapa kaca jendela juga dilaporkan rusak.
"Atap saya kena batu, pecah semua. Kemudian di kaca juga kena," paparnya.
Kendaraan milik warga juga terdampak. Bagian lampu dan kaca mobil dilaporkan mengalami kerusakan akibat lemparan batu.
Baca juga: Bentrokan 2 Kelompok di Polokarto Sukoharjo, Atap Rumah hingga Kaca Mobil Warga Jadi Korban
Hingga Senin sekitar pukul 09.00 WIB, bekas bentrokan masih terlihat di lokasi. Sejumlah batu berserakan di sepanjang jalan.
Warga yang menjadi korban mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas kedua kelompok yang terlibat dalam bentrokan tersebut.
"Kelompok apa saya kurang tahu, tetapi saya lihat pakaiannya hitam-hitam," terangnya.
Polisi telah mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah terjadinya bentrokan kembali.
Sementara itu, identitas kelompok yang terlibat dan penyebab bentrokan belum diketahui secara pasti.