Profil BIJB Kertajati: Jadi Alternatif saat 3 Bandara di Pulau Jawa Terganggu Abu Anak Krakatau
Seli Andina Miranti September 07, 2026 02:47 PM

TRIBUNJABAR.ID - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi alternatif penerbangan setelah tiga bandara di Pulau Jawa ditutup sementara.

Penutupan tiga bandara tersebut merupakan dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026).

Tiga bandara di Pulau Jawa yang terdampak debu vulkanik tersebut adalah  Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung, Jawa Barat. 

Baca juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Bikin Kebul Kendaraan Warga Sukabumi, Lebih Tebal dari Debu Biasa

Sejumlah penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta pun dipindahkan ke BIJB Kertajati yang berjarak sekitar 174,8 kilometer, dan total 200 kilometer jika melewati jalur darat.

Pengalihan rute penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, mulai dilakukan pada Minggu (6/9/2026) siang.

Berdasarkan data divert KJT Minggu (6/9/2026), penerbangan pertama yang dialihkan yakni Garuda Indonesia GA 961 dengan pesawat Boeing 777-300, registrasi PK-GIA.

Pesawat tersebut sebelumnya melayani rute Medan (MED) menuju Jakarta (CGK), dengan jadwal tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 13.20 WIB. Penerbangan kemudian dialihkan menuju BIJB Kertajati dengan tambahan waktu sekitar 25 menit.

Penerbangan kedua yakni Garuda Indonesia GA 983, juga menggunakan pesawat Boeing 777-300 dengan registrasi PK-GIC.

Tentang BIJB Kertajati

Bandara yang terletak di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ini terletak lebih jauh dari Gunung Anak Krakatau yang masih mengalami erupsi.

Jika ditarik garis lurus, jarak geografis BIJB Kertajati dari Gunung Anak Krakatau sekitar 307 kilometer. Tentu jaraknya lebih jauh dari Gunung Anak Krakatau ke Bandara Soekarno-Hatta yang hanya sekitar 84 kilometer.

Sayangnya, jarak yang harus ditempuh penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta lebih jauh jika penerbangan dipindahkan ke BIJB Kertajati.

Baca juga: Abu Vulkanik Belum Terdeteksi di Kertajati Majalengka, BMKG Fokus Pantau BIJB

Perjalanan darat dari Bandara Soekarno-Hatta ke BIJB Kertajati membutuhkan waktu sekitar 160-180 menit atau membutuhkan waktu 2 jam 40 menit bila melewati jalur darat, dengan catatan jalan lengang tak ada kemacetan.

Penumpang bisa melewati jalan tol dari Tangerang hingga ke Kertajati, yakni dari Tol Prof. Sedyatmo, masuk ke Tol Jakarta-Cikampek, dan dilanjutkan dengan Tol Cikopo-Palimanan hingga BIJB Kertajati.

PENGUMUMAN - Pengumuman pembatalan penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (7/9/2026). Gangguan penerbangan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berimbas pada pemberhentian sementara Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung, Jawa Barat.
PENGUMUMAN - Pengumuman pembatalan penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (7/9/2026). Gangguan penerbangan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berimbas pada pemberhentian sementara Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung, Jawa Barat. (Tribun Jabar/Nappisah)

Jaraknya tak jauh berbeda dengan dari Bandara Halim Perdanakusuma-BIJB Kertajati.

Sementara itu, untuk penumpang dari Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, jaraknya jauh lebih pendek, yakni 75 hingga 90 menit menggunakan jalur darat.

Penumpang bisa masuk ke Tol Padaleunyi, lalu dilanjut masuk Tol Cisumdawu hingga BIJB Kertajati.

Bandara yang diresmikan pada 24 Mei 2018 dan mulai beroperasi penuh pada 29 Oktober 2023 ini masih beroperasi, tak bernasib seperti tiga bandara lainnya.

Dengan kondisi ini, BIJB Kertajati berpeluang menjadi bandara alternatif untuk penerbangan dari tiga bandara lain yang masih terganggu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dedi Mulyadi Pastikan Beri Layanan Terbaik di BIJB Kertajati Imbas Abu Vulkanik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyiapkan layanan terbaik bagi penumpang yang menggunakan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

BIJB Kertajati menjadi pilihan alternatif penerbangan pesawat imbas dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang telah berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) lalu.

Terlebih, operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten ditutup sementara waktu imbas dari hembusan abu vulkanik yang tidak memungkinkan adanya aktivitas penerbangan.

"Abu vulkanik Anak Krakatau memiliki dampak terhadap terganggunya jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Untuk itu, Kertajati menjadi salah satu alternatif pilihan agar penerbangan bisa berjalan dengan baik," ucap Dedi Mulyadi, dikutip dari TikTok pribadinya, Senin (7/9/2026).

Mantan Bupati Purwakarta itu berharap penumpang yang menggunakan BIJB Kertajati bisa melakukan perjalanan yang aman dan nyaman.

"Bagi yang menggunakan Bandara Kertajati, saya ucapkan selamat menggunakan Bandara Kertajati, semoga aman dan nyaman," ucapnya.

Dedi Mulyadi menambahkan, ia akan meminta jajaran Pemprov Jabar untuk memberikan layanan terbaik bagi para penumpang.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.