Laporan Wartawan Magang, Samuel
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Dampak erupsi gunung anak Krakatau pada Jumat (04/08/2026), mulai dirasakan oleh sejumlah jasa ekspedisi di Sungailiat pada hari Senin (07/08/2026) sejak hari kejadian.
Jalur ekspedisi via udara, yang salah satunya rute Jakarta-Bangka dipastikan berhenti total atau dibatalkan, sementara jalur darat dan laut masih beroperasi seperti normal.
Pihak cabang JNE di Air Kenanga, Sungailiat, Sumanto mengatakan jalur ekspedisi via udara seperti Jakarta-Bangka, per-hari ini, dibatalkan dan ditiadakan menindaklanjuti pemberhentian aktivitas penerbangan akibat debu vulkanik anak Krakatau.
“Untuk jalur udara seperti rute Jakarta-Bangka itu lumpuh total” ujarnya.
Sumanto menambahkan, barang yang sudah dijadwalkan untuk dikirim lewat jalur udara tidak akan menumpuk di gudang, karena sistem JNE secara otomatis membatalkan pesanan yang terdampak erupsi sejak awal, alih-alih menahan barang menunggu jalur udara kembali normal.
“Untuk paket yang menumpuk sendiri, nggak ada. Karena ditolak dari awal, langsung cancel,” ujarnya.
Sumanto mengatakan pihaknya belum bisa memastikan kapan jalur udara kembali beroperasi normal, mengingat kondisi erupsi yang sulit diprediksi.
Ia menambahkan, sejauh ini belum ada keluhan pelanggan yang masuk terkait pembatalan pengiriman lewat jalur udara tersebut.
“Namanya juga keadaan alam, nggak bisa ditebak,” katanya.
Sementara itu, kondisi berbeda dialami jasa ekspedisi J&T Express di Sungailiat, yang mayoritas pengirimannya mengandalkan jalur laut, bukan udara.
Admin Retur J&T Express Sungailiat, Hidrian Pratama, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah erupsi berdampak langsung terhadap jalur distribusi via kapal laut yang melalui Palembang dan Tanjung Priok.
“Kami sendiri belum tahu, karena Cuma dapat laporan dari sistem soal kendalanya apa. Untuk spesifikasinya, kami kurang tahu,” ujar Hidrian.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya juga belum menerima keluhan pelanggan terkait dampak erupsi, baik untuk pengiriman ke Jakarta maupun daerah lain.(*)