TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Suasana religius yang dibalut dengan nilai kebudayaan berpadu dalam Grebeg Minggir 2026 di Pondok Pesantren Minggir, Sleman, Sabtu (5/9/2026) malam.
Beberapa rangkaian kegiatan di antaranya Pengajian Kebangsaan yang dihadiri masyarakat umum hingga sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam pengajiannya, KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq mengajak masyarakat menjaga kerukunan dan kebersamaan di tengah berbagai persoalan yang terjadi di Indonesia.
Dia menilai kondisi bangsa saat ini masih terkendali meski beberapa peristiwa mewarnai dalam proses demokrasi.
Menurutnya kebersamaan harus terus dirawat agar masyarakat mampu menghadapi berbagai situasi secara bersama-sama.
“Melalui pengajian kebangsaan ini kita jadikan sarana untuk membangun kerukunan dan kebersamaan, pasar bergerak, roda ekonomi berputar, doa bersama yang terbaik untuk bangsa,” ujar Gus Muwafiq.
Dia juga mendoakan Indonesia menjadi bangsa yang rukun dan hidup dalam kemakmuran.
“Ya, bangsanya rukun, gemah ripah loh jinawi, makanya banyak makanan di depan situ,” katanya.
Baca juga: Sultan HB X Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik: Jangan Bersihkan Pakai Kipas, Wajib Pakai Masker
Ungkapan tersebut berkaitan dengan tradisi Grebeg Buah dan Sayuran.
Beragam hasil bumi akan diperebutkan warga sebagai simbol doa untuk kecukupan pangan dan kemakmuran.
“Semoga doa kita itu penuh berlimpah makanan, tidak menjadi sesuatu yang bermasalah makanan diri kita,” ujarnya.
Pengajian tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta, Wakapolda DIY, dan Sekda Sleman.
Grebeg Minggir 2026 juga diramaikan berbagai pertunjukan seni dan musik pada Minggu malam (6/9/2026).
Sejumlah musisi dan legenda rock Indonesia dijadwalkan tampil termasuk Roy Jeconiah, Heydi Ibrahim, Totok Tewel, Ipunk Power Metal, dan Rere Grassrock.
Gus Muwafiq juga dijadwalkan ikut tampil membawakan tiga lagu rock.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi turut dijadwalkan bernyanyi.
Perpaduan pengajian, tradisi grebeg, dan musik tersebut menjadi cara Ponpes Minggir membangun ruang kebersamaan sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat. (*)