Gubernur Koster Sebut Penerbangan Domestik Terganggu Erupsi Anak Krakatau, Jalur Internasional Aman
Ida Ayu Suryantini Putri September 07, 2026 03:03 PM

 


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau memicu penyesuaian jadwal hingga pembatalan puluhan penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Hingga Minggu 6 September 2026 pukul 15.30 WITA, tercatat sedikitnya 42 penerbangan terdampak, bahkan beberapa pesawat yang sempat lepas landas terpaksa return to base (RTB) atau putar balik ke Ngurah Rai.

Ratusan calon penumpang pun menumpuk di area publik terminal keberangkatan domestik sekitar pukul 16.00 WITA.

Baca juga: Sekitar 6.300 Calon Penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali Terdampak Pembatalan Penerbangan

Ketika ditemui usai Paripurna ke- 48 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin 7 September 2026 Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan bahwa gangguan rute udara ini dipicu oleh penutupan akses di hub utama, yakni Bandara Soekarno-Hatta, yang berimbas langsung pada lalu lintas udara domestik dari dan menuju Bali.

"Kemarin saya koordinasi dengan Angkasa Pura Bandara Soekarno-Hatta tutup sehingga penerbangan menuju Soekarno-Hatta dan ke daerah lain, yang connect dengan Sukarno-Hatta, enggak bisa jalan. Termasuk penumpang kita yang di Bali mau balik ke Jakarta, kemarin enggak bisa," ujar Wayan Koster.

Gubernur memastikan penanganan penumpang di Bandara Ngurah Rai berjalan kondusif dengan skema ganti rugi serta perpanjangan masa tinggal bagi wisatawan yang tertahan.

Baca juga: Terkini! 17 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

"Sehingga sudah ditangani oleh pihak Angkasa Pura dan kemudian ada refund tiket dan penumpang sangat memahami situasi karena ini adalah peristiwa malam, enggak bisa balik itu pada mulanya menambah hari untuk menginap di Bali," lanjutnya.

Meski jalur udara domestik terpukul parah, Koster mengonfirmasi penerbangan internasional ke Bali tidak mengalami kendala.

"Tapi kalau yang berkaitan dengan penerbangan internasional, yang ke Bali sama sekali enggak ada gangguan. Tetap berjalan dengan lancar gitu. Jadi enggak ada masalah apa-apa," tegas Koster.

Sektor pariwisata Bali kini menghadapi kondisi kontras. Koster menyebutkan bahwa pergerakan wisatawan mancanegara tetap tumbuh secara year-on-year, tetapi sektor domestik merosot tajam akibat lumpuhnya penerbangan dari Jakarta sebagai penyumbang penumpang terbesar.

"Pariwisata pariwisata kalau internasional enggak ada masalah, ada sedikit peningkatan dari year on year-nya ya, ada peningkatan ada masalah. Kalau yang untuk domestic tentu saja ini terganggu sudah."

"Kan penerbangan ke Bali ini kan paling banyak dari Jakarta. Nah, yang domestik ini. Ya, jadi hari kemarin ya hari sekarang juga barangkali gitu. Hari ini saya belum cek kondisinya seperti apa. Kemarin itu praktis mengalami penurunan jauh. Kalau situasi normal kan sekitar penerbangan ke Ngurah Rai yang mesti itu sekitar 12 sampai 16.000 per per hari. Nah, itu mengalami ya yang domestik terlampau," terangnya.

Pemerintah Provinsi Bali berharap aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat segera mereda agar mobilitas penerbangan nasional kembali pulih.

"Nah, kita berharap mudah-mudahan erupsi anak Gunung Krakatau ya. Nah, itu bisa segera berakhir sehingga penerbangannya dari Sukarno-Hatta ke Bali dan juga ke daerah lain agar bisa normal kembali. Itu harapan saya. Mari kita berdoa semua," tutup Koster. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.