SURYA.CO.ID JEMBER - Bupati Jember Jawa Timur Muhammad Fawait menyampaikan nota pengantar Raperda Perubahan APBD 2026 dalam rapat paripurna DPRD Jember, Selasa (1/9/2026). Tambahan transfer daerah Rp223 miliar diarahkan memperkuat program prioritas.
Dalam pidato pengantarnya di Gedung DPRD Jember Jawa Timur, Fawait memaparkan sejumlah poin terkait anggaran dalam Raperda P-APBD 2026. Salah satunya tambahan dana transfer daerah untuk anggaran berjalan sebesar Rp223 miliar.
Menurut Fawait, tambahan anggaran dari pemerintah pusat tersebut akan difokuskan untuk memperkuat program prioritas daerah. Pengalokasiannya tetap mengacu pada dokumen RPJMD dan RKPD yang telah disepakati eksekutif dan legislatif.
"Alokasi dana ini dipastikan tetap selaras dan tidak menyimpang dari dokumen RPJMD serta RKPD yang telah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif," ujar Gus Fawait.
Baca juga: BBM Langka di Bondowoso, Beli Pertalite Eceran Tembus Rp20.000, Imbas Macet Di Ketapang
Tambahan anggaran itu nantinya digunakan antara lain untuk pembayaran gaji pegawai serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jember.
Fawait menyebut ada tiga sektor yang menjadi penopang peningkatan IPM, yakni kesehatan, pertumbuhan ekonomi, dan pendidikan. Ia menilai program di sektor kesehatan dan pertumbuhan ekonomi sudah berjalan sesuai arah yang ditetapkan.
"Kesehatan dan pertumbuhan ekonomi sudah on the track. Di Kesehatan ada layanan homecare, juga UHC (Universal Health Coverage). Nah di Pendidikan ini ada rata-rata lama sekolah yang berusia 25 tahun ke atas," ujar Fawait.
Karena itu, Pemkab Jember akan mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah masyarakat berusia 25 tahun ke atas. Salah satu upayanya dilakukan dengan menggandeng kelompok keagamaan, termasuk kelompok pengajian, dalam proses belajar Kejar Paket.
Baca juga: Antrean Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Masih 4 Km, Gapasdap Tawarkan Perluasan Dermaga
"Untuk mengakselerasi tingkat pendidikan masyarakat berusia 25 tahun ke atas, Pemkab Jember merancang formula kolaborasi strategis bersama kelompok-kelompok pengajian. Melalui integrasi kegiatan keagamaan dan proses belajar mengajar kejar paket, warga dapat memperoleh ijazah kesetaraan secara lebih efektif dan efisien," tegasnya.
Dalam rapat paripurna tersebut, Fawait juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Jember atas pembahasan anggaran yang berlangsung secara maraton.
Menurutnya, dinamika diskusi dan perbedaan pemikiran yang muncul di parlemen merupakan bagian dari proses pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Ia menilai perbedaan tersebut sebagai bentuk pengawasan yang sehat.
Bupati Fawait juga menekankan pentingnya kedisiplinan dalam mekanisme tata kelola keuangan daerah antara Banggar DPRD Jember dan TAPD Pemkab Jember Jawa Timur, sesuai dengan regulasi yang berlaku.