TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Sebanyak 90 sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan belajar mengajar secara daring hari ini atau Senin (7/9/2026).
Sampai saat ini, setelah mengeluarkan surat edaran Nomor 400.3.13.1/4747/DISDIK.SET.03/2026 tentang penyelenggaraan pendidikan di daerah terdampak kabut asap, Disdik Kalteng memang belum memberikan instruksi batu untuk berhenti menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Ya, kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalteng.
Dilansir dari kelashumabetang.id rata-rata Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kalteng mencapai angka 220 atau kategori sangat tidak sehat.
Baca juga: Disdik Kalteng Minta Sekolah Sesuaikan Belajar Mengajar dengan Kondisi Kabut Asap
Karena itu, sejumlah sekolah di bawah naungan Disdik Kalteng masih menerapkan PJJ.
Sekretaris Disdik Kalteng, Safrudin mengungkapkan, berdasarkan surat edaran sebelumnya, sekolah akan melakukan evaluasi setiap tiga hari sekali untuk menentukan PJJ diperpanjang atau tidak.
"Pada saat ini, PJJ jenjang SMA, SMK, dan SKH tetap dilanjutkan," ujar Safrudin, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, kondisi udara di sejumlah wilayah Kalteng masih berbahaya sehingga sekolah-sekolah menerapkan PJJ.
"PJJ tetap dilanjutkan berdasarkan kondisi udara yang masih dalam kategori berbahaya," ucapnya.
Berdasarkan laporan posko pendidikan darurat karhutla di situs resmi Disdik Kalteng, kelashumabetang.id sebanyak 90 sekolah menerapkan belajar daring karena kondisi asap tebal.
Kemudian, 79 sekolah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, serta 22 sekolah melakukan PTM normal.
Disdik Kalteng mencatat, sebanyak 301 zoom meeting aktif hingga pukul 11.37 WIB.
Dalam situs kelashumabetang.id itu, Disdik Kalteng juga menyampaikan data kasus siswa sakit ISPA sebanyak 709 orang.
Angka tersebut merupakan laporan langsung dan berpotensi terus bertambah.
Saat ini Disdik Kalteng terus memperbarui informasi melalui kelashumabetang.id.