Penerbangan Batal karena Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Menumpuk di Bandara Changi
GH News September 07, 2026 02:09 PM
Jakarta -

Rencana Catrine Carina (31) untuk melahirkan di Tanah Air tertahan di Bandara Changi, Singapura. Penerbangannya dibatalkan akibat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Catrine tengah hamil tujuh bulan. Dia gagal terbang ke Jakarta pada Minggu (6/9/2026).

Bersama suaminya, Weng Ming Xing (29), Catrine menjadi bagian dari ribuan calon penumpang yang nasibnya terkatung-katung akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Letusun gunung berapi yang berjarak sekitar 180 kilometer dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta itu menyemburkan abu vulkanik berbahaya, hingga memicu pembatalan massal sedikitnya 19 penerbangan Singapore Airlines (SIA).

Bagi Catrine, ketidakpastian itu menjadi kerumitan tersendiri. Selain harus menunda rencana menetap di Indonesia hingga melahirkan, dia kini berpotensi untuk mengurus ulang surat izin terbang dari dokter jika penerbangan pengganti terus bergeser.

"Kami tadi masih berpikir, penerbangan dua jam seharusnya tidak masalah untuk saya. Tapi tiba-tiba hal ini terjadi," kata Catrine di dekat area bantuan Terminal 2 Changi, dikutip dari

Suaminya, Weng, tak menyangka penerbangan mereka bakal dibatalkan. Saat mengecek situs resmi maskapai sebelum berangkat dari rumah, statusnya masih aman.

Kemudian, dia menjelaskan bahwa manajemen SIA sebenarnya telah mengirimkan pesan pembatalan lewat SMS, tetapi pesan itu luput terbaca akibat terburu-buru menuju bandara.

Sejumlah penumpang lain mengaku kebingungan karena tidak menerima informasi yang jelas mengenai pembatalan penerbangan. Termasuk, Tina Seng (47), yang berniat mengunjungi keluarnya di Jakarta sekaligus liburan.

Sebelum menuju Bandara Changi, dia menerima pesan dari Scoot yang menyebut penerbangannya dibatalkan. Namun karena memesan tiket melalui SIA dan nomor pemesanan yang tertera berbeda, dia mengira pesan tersebut tidak resmi.

Saat memeriksa aplikasi SIA, status penerbangannya masih tercantum "", sehingga dia pun tetap berangkat ke bandara bersama suami dan dua anaknya untuk liburan ke Jakarta.

Kendati SIA menawarkan bantuan untuk menjadwalkan ulang penerbangan mereka, Tina pikir-pikir lagi. Dia khawatir situasi memburuk setelah mereka tiba di Jakarta dan mengakibatkan keluarganya justru terjebak di Indonesia.

"Itu akan menjadi masalah lain bagi kami," kata Tina.

Apalagi, tahun ajaran sekolah akan kembali dimulai pada 14 September.

"Kami masih mempertimbangkan apakah akan tetap berangkat atau tidak, karena kami tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi," ujar dia.

Kisah serupa datang dari Ahmad (37), warga Singapura, yang berencana terbang lebih awal untuk berlibur ke Jakarta sebelum memboyong anak dan istrinya menyusul pada Selasa. Dia tetap datang ke Terminal 2 Changi lantaran belum menerima kabar atau konfirmasi pembatalan dari maskapai.

Petugas di lapangan akhirnya mengarahkan Ahmad dan penumpang lainnya untuk mengantre di loket bantuan demi mengajukan perubahan jadwal ( atau klaim penggantian biaya transportasi.

Penerbangan ke Bandara Soetta belum dibuka hingga Senin (7/9) petang. Begitu pula dengan Bandara Halim Perdanakusuma ditutup hingga petang nanti pukul 18.00 WIB.

Femi Diah
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.