Bandara SAMS Balikpapan Beri Jalur Alternatif ke Jawa Saat Penerbangan Terganggu Erupsi Krakatau
Budi Susilo September 07, 2026 04:09 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Hujan abu vulkanis Gunung Anak Krakatau boleh saja melumpuhkan langit Cengkareng Jakarta dan memaksa belasan pesawat di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur gagal lepas landas.

Namun, bagi para pelancong dan pelaku bisnis yang dikejar waktu menuju Jakarta, jalur alternatif menuju Pulau Jawa masih terbuka. 

Opsi penerbangan transit via Semarang, Yogyakarta, hingga Kota Surabaya menjadi rute alternatif terbaik sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju ibu kota.

Hal tersebut dipaparkan oleh PGS General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Rizal Aries Laksono kepada TribunKaltim.co pada Senin (7/9/2026) di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Penumpang dari Balikpapan yang hendak bepergian menuju Jakarta dan sejumlah wilayah di Pulau Jawa masih memiliki sejumlah pilihan rute alternatif di tengah terganggunya jalur penerbangan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta.

Baca juga: Jumlah Penumpang Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Anjlok 30 Persen Akibat Erupsi Gunung Krakatau

Gangguan tersebut terjadi akibat kondisi abu vulkanis yang dihasilkan oleh erupsi Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda yang meluas hingga wilayah Cengkareng dan sekitarnya.

PGS General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Rizal Aries Laksono mengatakan, penerbitan NOTAM membuat sejumlah bandara di Pulau Jawa ditutup sementara hingga pukul 19.00 Wita.

Bandara yang terdampak antara lain:

  • Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma yang terletak di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur;
  • Bandara Husein Sastranegara Bandung;
  • Dan Bandara Raden Inten II yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, sekitar 26 kilometer ke arah utara dari pusat Kota Bandar Lampung. Bandara ini merupakan pintu gerbang utama penerbangan udara untuk Provinsi Lampung di Pulau Sumatra.

Akibat kondisi erupsi Krakatau, penerbangan dari Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan menuju sejumlah bandara tersebut ikut terdampak.

Namun, kondisi tersebut bukan berarti seluruh akses penerbangan dari Balikpapan menuju Pulau Jawa terhenti.

Rizal menyebut masih terdapat beberapa jalur alternatif yang dapat digunakan masyarakat untuk menuju Jakarta maupun wilayah di sekitarnya.

"Yang masih memungkinkan untuk para pengguna jasa tujuan Cengkareng atau Halim atau Bandung bisa melalui Semarang, kemudian Yogyakarta, atau YIA lewat Surabaya," kata Rizal.

Dengan demikian, penumpang masih dapat mempertimbangkan penerbangan menuju Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), maupun Bandara Internasional Juanda Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalur darat atau penerbangan lanjutan sesuai tujuan.

Baca juga: Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Balikpapan dan Samarinda ke Jakarta, Puluhan Flight Batal

Meski demikian, calon penumpang tetap diminta berkoordinasi dengan maskapai masing-masing karena kondisi penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan abu vulkanis dan informasi keselamatan penerbangan.

Sementara itu, hingga Senin 7 September 2026 pukul 12.00 Wita, penerbangan rute Cengkareng dari Bandara Sepinggan masih mengalami pembatalan.

Untuk hari ini, terdapat 10 jadwal kedatangan dan 9 keberangkatan rute Cengkareng.

Hingga sekitar pukul 10.00 Wita, tiga penerbangan kedatangan dan lima penerbangan keberangkatan telah dinyatakan batal.

Rizal mengatakan pembatalan berpotensi terus terjadi hingga malam karena NOTAM terkait penutupan bandara tujuan diperpanjang hingga pukul 19.00 Wita.

EFEK ERUPSI KRAKATAU - Penumpang di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan ramai-ramai alihkan rute penerbangan, Senin (7/9/2026). Rute Surabaya dan Solo paling banyak dituju.
EFEK ERUPSI KRAKATAU - Penumpang di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan ramai-ramai alihkan rute penerbangan, Senin (7/9/2026). Rute Surabaya dan Solo paling banyak dituju. (TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL)

Nah, soal NOTAM sendiri ialah singkatan dari Notice to Airmen (atau dalam terminologi penerbangan modern disebut Notice to Air Missions).

Untuk itulah, ada alasan mendasar NOTAM harus diterbitkan karena ada bencana alam erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyemburkan abu vulkanis ke ruang udara Jakarta dan Banten.

Pihak Bandara Sepinggan juga masih melakukan koordinasi dengan maskapai untuk memastikan jumlah penumpang yang terdampak akibat pembatalan penerbangan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.