Bandara APT Pranoto Terganggu, Penumpang Rute Samarinda-Jakarta Pilih Ubah Jadwal Terbang
Nur Pratama September 07, 2026 04:10 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Suasana di Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT) Samarinda yang terletak di Jalan Poros Samarinda–Bontang, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tampak berbeda dari hari-hari biasanya pada Minggu (06/09/2026) siang. 

Area vital bandar udara masyarakat Kota Tepian ini terpantau relatif sepi dari aktivitas hilir mudik calon penumpang.

Berdasarkan pantauan TribunKaltim.co di lapangan, beberapa penumpang yang memiliki jadwal keberangkatan khususnya dengan rute tujuan Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) tampak mendatangi area customer service Maskapai Citilink serta pusat informasi bandara APT Pranoto yang letaknya saling berdekatan. 

Baca juga: Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Balikpapan dan Samarinda ke Jakarta, Puluhan Flight Batal

Kehadiran para calon penumpang ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk mencari kepastian menyusul kabar kurang sedap mengenai pembatalan penerbangan secara mendadak.

Usut punya usut, pembatalan massal ini dipicu oleh sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. 

Gunung berapi aktif tersebut dilaporkan mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026), yang kemudian abu vulkaniknya terbawa angin dan berdampak signifikan terhadap keselamatan jalur penerbangan di berbagai wilayah terdekat.

Termasuk pelayanan operasional penerbangan di bandara APT Samarinda.

Kondisi ini membuat sejumlah penumpang kebingungan menentukan langkah perjalanan selanjutnya. 

Nurlina (48), salah seorang penumpang yang menggunakan maskapai Batik Air, mengaku pasrah mendapati tiket terbangnya hari ini harus tertunda akibat faktor alam yang di luar kendali manusia.

Meski demikian, Nurlina mengaku telah mengambil keputusan terkait kepastian jadwal terbangnya berikutnya demi kelancaran urusannya di ibu kota.

"Tadi saya sudah berdiskusi dengan petugas maskapai dan setuju untuk dilakukan re-schedule keberangkatan besok. Sifatnya masih bisa berubah (tentatif), jadi nanti kita lihat dulu bagaimana perkembangan situasi dan kondisi cuaca serta abunya," tambahnya.

Nasib serupa juga dialami oleh Cindy (32), penumpang maskapai Garuda Indonesia yang juga gagal terbang dengan rute Samarinda menuju Jakarta. 

Bolak balik ia melihat ponselnya, mengabarkan ke rekannya bahwa ia tak jadi berangkat.

Sembari ia melakukan pembatalan tiket yang sudah dibeli untuk dialihkan ke bandara lain agar bisa segera sampai ke Jakarta.

Berbeda dengan Nurlina yang memilih opsi penjadwalan ulang, Cindy memilih langkah taktis lain lantaran memiliki kebutuhan mendesak yang harus segera diselesaikan di Pulau Jawa.

"Karena jadwalnya tidak menentu dan urusan saya cukup mendesak, saya memilih untuk membatalkan penerbangan dan langsung meminta refund penuh kepada pihak maskapai melalui aplikasi online," ungkap Cindy.

Tidak berhenti sampai di situ, Cindy pun memutar otak mencari jalur alternatif agar bisa tetap tiba di Jakarta tanpa harus menunggu kepastian pemulihan jalur udara dari Samarinda dalam waktu dekat.

Ia akhirnya mendapatkan jadwal menuju bandara di daerah lain melalui Kota Balikpapan pada malam hari ini 

"Saya mengalihkan penerbangan ke bandara lain di luar, pilihannya antara Surabaya, Semarang, atau Bandung, lewat Balikpapan malam ini, kalau dapat segera terbang. Nanti dari kota tersebut, saya akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta lewat transportasi darat," tukasnya.

Sementara itu pihak otoritas Bandara APT Pranoto Samarinda bersama maskapai terkait terus memantau perkembangan situasi sebaran abu vulkanik ini secara berkala.

Sembari mengimbau kepada seluruh calon penumpang agar tetap tenang dan terus memantau informasi resmi seputar pembaruan jadwal penerbangan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I A.P.T. Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, menjelaskan bahwa keputusan pembatalan penerbangan ini tidak bisa dihindari dan diambil secara dinamis demi keselamatan bersama.

"Update terbaru flight kesekian, yang terakhir, barusan terinfo batal juga," ujar Kadek kepada Tribunkaltim.co, Minggu (6/9/2026). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.