TRIBUNJAMBI.COM – Insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan, yakni Bus ALS, mobil Toyota Hilux, dan Bus Damri, terjadi di Jalan Tol Palembang–Indralaya (Palindra) KM 11, Sumatera Selatan, pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Peristiwa di jalan tol sepanjang 22 kilometer tersebut memicu perbedaan keterangan yang signifikan antara pengemudi yang terlibat dengan pihak pengelola jalan tol.
Sebagai informasi, jalan tol Palembang–Indralaya yang menghubungkan Kota Palembang dengan wilayah Indralaya di Kabupaten Ogan Ilir ini merupakan jalan tol pertama di Provinsi Sumatera Selatan sekaligus bagian penting dari jaringan Megaproyek Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS).
Sopir Bus ALS, Hartono, mengungkapkan insiden kecelakaan bermula saat jarak pandang berkendara mendadak menjadi sangat terbatas akibat kepungan kabut asap tebal di lokasi kejadian.
Kondisi hari yang belum terlalu terang membuat jarak pandang diperkirakan hanya tersisa sekitar dua meter.
"Kabut asapnya tebal sekali. Apalagi kan hari belum terlalu terang. Jarak pandang terbatas hanya sekitar dua meteran," ujar Hartono.
Akibat keterbatasan pandangan tersebut, bus yang dikemudikan Hartono menabrak mobil Toyota Hilux yang melaju tepat di depannya karena tidak terlihat.
Tak lama setelah Hartono beserta beberapa penumpang keluar dari kendaraan untuk memeriksa keadaan, Bus Damri yang melaju keras dari arah belakang langsung menghantam Bus ALS miliknya.
Tuduhan terkait kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tersebut mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak pengelola Tol Palindra, PT Hutama Karya (Persero).
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan melalui rilis resminya pada Minggu (6/9/2026) berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangan saat kejadian, tidak ditemukan adanya titik api maupun asap karhutla di sekitar lokasi.
Baca juga: Kecelakaan Tol Palindra sebab Kabut Asap, Gubernur Sumsel: Jangan Mengambinghitamkan
Baca juga: Daftar 12 Pembatalan KRL Bogor, Lengkap dengan Jadwal Perjalanan Terbaru
Ia meluruskan kecelakaan beruntun tersebut murni bukan disebabkan oleh asap karhutla.
Berdasarkan kondisi dan hasil penyisiran petugas di lapangan pada saat kecelakaan berlangsung, tidak terdapat Karhutla baik di sekitar area jalan tol maupun di lokasi kejadian persis.
"Berdasarkan kondisi dan pemantauan petugas di lapangan pada saat kecelakaan berlangsung, tidak terdapat karhutla, baik di sekitar jalan tol maupun di lokasi kejadian," tegas Hamdani melalui rilis resminya, Minggu (6/9/2026).
Meski melibatkan tiga kendaraan berukuran besar dan sempat mengejutkan para pengguna jalan tol sepanjang 22 kilometer tersebut, dapat dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Sebanyak 22 penumpang Bus ALS berhasil dievakuasi dengan selamat dari lokasi kejadian dan sempat diistirahatkan di rest area KM 20 Tol Palindra untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Kepemilikan Akta Kelahiran Anak di Batang Hari Capai 99,5 Persen
Baca juga: Disdukcapil Batang Hari Cetak 59.964 KIA, Capai 67,92 Persen
Baca juga: Iran Naikkan Harga Bensin 100 Persen, Bayang-bayang Gejolak 2019 Mencuat