TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengurus Besar Persatuan Drum Band Indonesia (PB PDBI) merampungkan agenda Kelompok Kerja (Pokja) pembaruan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta program kerja organisasi untuk memperkuat tata kelola dan pembinaan drum band nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Yogyakarta pada 4-7 September 2026 itu menjadi momentum bagi PB PDBI untuk menyesuaikan regulasi internal dengan perkembangan olahraga drum band, termasuk menghadapi agenda kompetisi nasional dan peluang tampil di level internasional.
Ketua Harian PB PDBI, Brigjen TNI (Purn) Panca Iswandaru, mengatakan pembaruan regulasi diperlukan karena AD/ART PDBI belum mengalami perubahan sejak 2017.
“Pokja ini kita selenggarakan karena sejak 2017 regulasi belum pernah diperbarui. Hasil yang kita harapkan mencakup penyempurnaan AD/ART, kode etik juri, hingga peraturan perlombaan,” ujar Panca kepada wartawan di Yogyakarta, Senin (7/9/2026).
Penyempurnaan AD/ART tersebut mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari penataan struktur jabatan, mekanisme kerja organisasi, hingga penetapan masa berlaku setiap regulasi agar memiliki kepastian hukum.
Tak hanya menyentuh tata kelola organisasi, PB PDBI juga melakukan pembenahan terhadap sistem perjurian. Kualifikasi juri akan diperketat dan disertai mekanisme penyegaran secara berkala untuk menjaga profesionalisme serta objektivitas dalam pertandingan.
Panca menegaskan, status juri tidak lagi berlaku seumur hidup. Juri yang tidak mengikuti proses penyegaran akan dinonaktifkan atau dinyatakan kedaluwarsa oleh federasi.
Selain itu, penunjukan juri tidak dapat dilakukan secara sepihak. Calon juri harus melalui sejumlah tahapan seleksi, di antaranya tes pengetahuan, kesamaptaan jasmani, dan evaluasi psikologi untuk menilai karakter serta integritas.
“Karakter dan integritas juri sangat menentukan. Calon juri muda pun memiliki kesempatan yang sama asalkan mampu memenuhi seluruh persyaratan ketat yang ditetapkan,” kata Panca.
Baca juga: Akses Udara Terganggu Abu Vulkanik, Jalur Darat Jadi Penopang Stabilitas Kunjungan Wisatawan ke DIY
Di sektor pembinaan, PB PDBI juga menyiapkan program sertifikasi pelatih secara berjenjang. Sertifikasi tersebut akan dimulai dari tingkat Dasar, Madya, Utama, hingga kualifikasi internasional dengan melibatkan pakar dari berbagai disiplin ilmu.
Pembenahan regulasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia itu diharapkan dapat mengurangi potensi sengketa dalam pertandingan.
Selama ini, perbedaan penafsiran aturan berpotensi memicu perselisihan antarkontingen daerah, termasuk dalam ajang besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).
Panca mengatakan aturan baru nantinya menjadi acuan bersama bagi seluruh kontingen sehingga tidak ada lagi klaim kebenaran berdasarkan tafsir masing-masing daerah.
“Lewat aturan baru yang disepakati bersama ini, tidak ada lagi klaim kebenaran sepihak dari daerah. Seluruh pihak wajib tunduk pada regulasi PDBI yang sah,” ujarnya.
Dalam penyusunannya, PB PDBI juga akan melibatkan tenaga ahli dari berbagai bidang, seperti keolahragaan, pengetahuan, dan psikologi. Pelibatan tersebut diharapkan membuat regulasi pertandingan lebih komprehensif dan tidak menimbulkan kerancuan saat diterapkan di lapangan.
Aturan lomba yang baru juga disiapkan untuk menyongsong agenda terdekat, yakni Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada Desember mendatang.
Di saat yang sama, pembaruan regulasi menjadi bagian dari persiapan PDBI menghadapi peluang masuknya marching band sebagai cabang yang dipertandingkan di SEA Games.
“Federasi internasional mengarahkan marching band agar bisa dipertandingkan di SEA Games, yang mudah-mudahan diikuti oleh 11 hingga 12 negara,” tandas Panca. (*)