Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Persib Bandung mengawali langkah di Super League Indonesia 2026/2027 dengan catatan manis. Maung Bandung sukses membantai PSM Makassar dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (6/9/2026).
Meski sempat tertinggal lewat gol cepat Kodai Tanaka di menit ke-6, Pangeran Biru bangkit di babak kedua.
Tiga gol balasan bersarang di gawang Hilmansyah lewat sundulan Patricio Matricardi (48') serta dua roket jarak jauh dari Balsa Sekulic (51') dan Uilliam Barros (82').
Kemenangan ini membawa Persib bertengger di posisi kedua klasemen sementara dengan 3 poin.
Kemenangan tersebut menjadi modal berharga bagi Persib sebelum menatap duel terpanas musim ini.
Sesuai jadwal, Persib Bandung bakal melakoni laga big match bertajuk El Clasico Indonesia melawan rival abadinya, Persija Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026) mendatang pukul 15.30 WIB .
Sementara itu, PSM Makassar akan menjamu Arema FC pada Minggu (13/9/2026) pukul 15.30 WIB.
Baca juga: Persib Cukur PSM 3-1 di GBLA: Igor Tolic Terharu, Kalezic Sindir Rumput
Koreo Raksasa dan Kritik Lapangan GBLA
Atmosfer pertandingan pembuka di GBLA berlangsung sangat meriah. Koreo raksasa bergambar pelatih anyar Persib, Igor Tolic, membentang di tribun timur disertai tulisan “In Igor We Trust”.
Suasana kian sejuk lantaran ratusan suporter PSM dapat duduk dan bernyanyi berdampingan secara damai bersama Bobotoh di tribun selatan.
Igor Tolic mengaku sangat tersentuh dengan sambutan hangat dari para pendukung Maung Bandung.
"Saya merasa belum pantas mendapatkan apa yang mereka berikan malam ini. Saya masih harus bekerja keras membuktikan diri. Namun jujur, saya sangat tersentuh dan bahagia," ujar juru taktik asal Kroasia tersebut.
Di sisi lain, pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, menyampaikan selamat atas kemenangan tuan rumah meski menyayangkan dua gol cepat yang bersarang di gawang timnya.
Selain itu, Kalezic juga melontarkan kritik pedas terkait kondisi rumput Stadion GBLA.
"Saya tidak mengerti bagaimana kami bisa bermain di lapangan seperti ini. Demi reputasi Persib sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia, mereka harus memiliki lapangan yang jauh lebih baik," pungkas Kalezic. (*)