TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Bahan Bakar Minyak (BBM) langka di sejumlah SPBU wilayah Bondowoso. Komisi II DPRD Bondowoso melakukan inspeksi ke SPBU Tamansari, Senin (7/9/2026).
Sidak dipimpin Ketua Komisi II DPRD Bondowoso Tohari bersama seluruh anggota komisi. Mereka meninjau langsung kondisi antrean dan ketersediaan BBM di SPBU tersebut.
Tohari mengatakan kondisi yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan BBM secara mendasar. Menurutnya, persoalan utama berada pada keterlambatan distribusi akibat kemacetan parah di jalur pengiriman BBM melalui Banyuwangi.
Dia meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Mulai Senin, distribusi BBM ke Bondowoso dialihkan melalui jalur Surabaya dan Malang untuk menjaga pasokan tetap tersedia.
"Saya mohon masyarakat untuk tidak panik," jelasnya.
Baca juga: Sopir Lelah dengan Macet Ketapang, Waktu Tempuh 5 Km di Ketapang Hampir Setara Jakarta-Banyuwangi
Tohari menambahkan, DPRD Bondowoso akan memanggil Pertamina, Hiswana Migas, Polres, serta organisasi perangkat daerah terkait dalam rapat koordinasi pada Selasa (8/9/2026). Pertemuan tersebut akan membahas langkah penanganan agar distribusi BBM kembali normal.
Komunikasi awal dengan Pertamina dan Hiswana Migas juga telah dilakukan pada Senin.
"Jangan coba-coba ada yang melakukan penimbunan," tegasnya.
Sebelum sidak dilakukan, antrean panjang kendaraan telah terlihat di sejumlah SPBU Bondowoso selama dua hari terakhir. Bahkan, antrean mengular hingga keluar area SPBU.
Pantauan di SPBU Kembang pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 23.30 WIB menunjukkan antrean panjang pada jalur Pertalite. Kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga sekitar 100 meter ke luar area SPBU.
Hingga Senin pagi, ekor antrean masih terlihat mencapai sekitar 100 meter.
Situasi serupa terjadi di SPBU Tamansari. Antrean kendaraan bahkan meluber hingga ke sebelah selatan lampu lalu lintas. Kondisi tersebut membuat warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan berbagai jenis BBM.
Ningsih, ibu rumah tangga asal Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. Meski tinggal tidak jauh dari SPBU, ia memilih membeli BBM eceran karena tidak sanggup mengantre terlalu lama.
"Beli Pertalite satu botol bekas air mineral ukuran besar harganya Rp 20.000, biasanya Rp 18.000," ujarnya.
Baca juga: BBM Langka Sejak 2 Hari Terakhir, Antrean SPBU Mengular di Bondowoso
Sipol, pengemudi bentor asal Desa Koncer, mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite setelah mendatangi tiga SPBU.
Menurutnya, ketersediaan BBM sangat menentukan aktivitas sehari-hari karena tanpa bahan bakar ia tidak dapat menarik penumpang.
"Nggak bisa kerja kalau tidak ada BBM begini," ungkapnya kesal.
Warga Desa Grujugan Lor, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Ibu Lila, juga mengaku harus mengantre untuk mendapatkan Pertalite di SPBU Tamansari.
"Saya sudah 20 menit antre. Kalau sampai masuk ke dalam SPBU, mungkin totalnya bisa 30 menit," katanya.
Pengawas SPBU Kembang, Adista Prabudi, menjelaskan keterlambatan pasokan terjadi karena kemacetan parah di Jalur Ketapang, Banyuwangi. Kondisi tersebut berdampak pada distribusi BBM menuju Bondowoso.
Baca juga: BBM Langka, Antrean SPBU Mengular di Lumajang, Pengemudi Ojol Batalkan Pesanan
Untuk menjaga ketersediaan BBM, pengiriman kemudian dialihkan melalui Malang dan Surabaya.
"Iya, kurang lebih sama seperti Jumat kemarin. Sekarang kiriman dialihkan dari Surabaya dan Malang. Pasokannya masih dibagi agar merata sampai kondisi di Banyuwangi kondusif," jelasnya.
Manajer SPBU Tamansari, Jagir, menyampaikan hal senada. Ia mengatakan seluruh SPBU di Bondowoso mulai menerima pasokan bantuan dari Surabaya dan Malang pada Senin pagi.
Di SPBU Tamansari, misalnya, pasokan yang seharusnya tiba pada Minggu baru datang pada Senin pagi. Volume yang diterima juga lebih sedikit dibandingkan jatah normal.
Dari biasanya sekitar 24 kiloliter (KL), pasokan Solar dan Pertalite yang diterima kali ini hanya sekitar 8 KL.
Meski volume yang datang lebih sedikit, Jagir memastikan kondisi tersebut bukan merupakan pengurangan jatah BBM. Menurutnya, persoalannya adalah keterlambatan pengiriman akibat perubahan jalur distribusi.
Namun, ia belum dapat memastikan sampai kapan kondisi distribusi tersebut berlangsung.
"Ini bantuan dari Surabaya dan Malang, jadi pengirimannya agak terlambat," tambahnya.
Gangguan distribusi BBM di Bondowoso sebelumnya juga terjadi, Jumat (4/9/2026) malam. Saat itu, dua SPBU dilaporkan kehabisan seluruh stok BBM.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara terpaksa mendorong sepeda motor mereka karena tidak mendapatkan bahan bakar.