TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Aktivitas di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana dilaporkan berjalan normal dan terkendali, Senin 7 September 2026.
Belum ada peningkatan signifikan kendaraan pasca adanya pembatasan penerbangan di Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali dengan tujuan ke Jakarta dan Lampung dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sesuai data penyeberangan, pengguna jasa dari Jawa ke Bali masih lebih banyak dibanding dari Bali ke Jawa selama sehari di Minggu 6 September 2026 kemarin.
Menurut data yang berhasil diperoleh dari ASDP Cabang Ketapang selama 24 jam (periode 6 September 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) kemarin, jumlah trip di Pelabuhan Ketapang tercatat sebanyak 165 trip.
Baca juga: Gubernur Koster Sebut Penerbangan Domestik Terganggu Erupsi Anak Krakatau, Jalur Internasional Aman
Kemudian, realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 22.170 orang dengan jumlah kendaraan roda dua yang telah menyeberang mencapai 3.199 unit. Sedangkan kendaraan roda empat mencapai 1.618 unit.
Total truk yang menyeberang mencapai 1.911 unit. Sementara total bus yang menyeberang mencapai 251 unit. Total seluruh kendaraan tercatat 6.979 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Bali.
Sebaliknya, jumlah trip di Pelabuhan Gilimanuk pada periode yang sama tercatat sebanyak 145 trip dengan total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mencapai 18.956 orang.
Tercatat, realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang mencapai 1.715 unit. Sedangkan kendaraan roda empat mencapai 1.302 unit. Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 1.824 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 317.
Baca juga: Pesawat Putar Balik Ke Bali Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Satrio Sempat Terbang Satu Jam
Total seluruh kendaraan tercatat 5.159 unit yang telah menyeberang dari Bali ke Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk.
"Untuk sementara sudah lancar (arus lalulintas). Kami harap nanti malam juga lancar," ungkap Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa, saat dikonfirmasi, Senin 7 September 2026.
Kanit Lantas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Kukuh Emanuel menambahkan, hingga hari ini kendaraan yang masih mendominasi adalah kendaraan logistik.
Hal ini menunjukkan belum ada peralihan penggunaan jalur darat melalui Pelabuhan Gilimanuk pasca adanya pembatasan penerbangan dampak adanya erupsi gunung.
"Kemarin malam sempat ada peningkatan jumlah kendaraan kecil (KK) namun tidak signifikan," sebutnya.
AKP Kukuh menegaskan, pihaknya terus memantau perkembangan arus lalu lintas dan melakukan pengaturan pada titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan.
"Kami terus melakukan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan. Saat ini arus kendaraan masih dapat bergerak dengan baik dan situasi secara umum aman serta kondusif. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tertib, mengikuti arahan petugas dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan," pesannya.
Sementara itu, Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengungkapkan, untuk sementara saat ini masih belum ada tanda peningkatan volume kendaraan khususnya kendaraan kecil menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Namun begitu, pada hari-hari sebelumnya volume kendaraan mulai meningkat mulai pukul 15.00 WITA ke atas dan didominasi kendaraan logistik.
"Untuk sementara, dari pantauan di lapangan belum ada tanda-tanda peningkatan (volume kendaraan). Dan hari ini juga belum ada kendaraan yang sampai masuk ke gang," ungkapnya.
"Biasanya, mulai sore hari sekitar pukul 15.00 WITA ke atas volume kendaraan baru meningkat. Semoga hari ini berjalan aman dan lancar," harapnya.
Terpisah, Manager Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian mengungkapkan, untuk sementara arus kendaraan masih berjalan normal atau belum ada lonjakan kendaraan secara signifikan.
Sesuai data, kata dia, realisasi penumpang yang menyeberang masih didominasi dari Jawa ke Bali yang mencapai 22.170 orang dengan total kendaraan mencapai 6.979 unit didominasi kendaraan roda dua.
Sementara sebaliknya atau dari Pelabuhan Gilimanuk jumlah penumpang tercatat sebanyak 18.956 orang dengan total kendaraan 5.159 unit yang didominasi truk.
"Sementara masih normal. Tapi jika melihat pergerakan bus, memang dari Bali ke Jawa yang lebih banyak. Kita akan terus pantau di lapangan dan update datanya terkait hal tersebut (dampak peralihan perjalanan dari udara ke darat)," tandasnya. (*)